Kevin Keegan Umumkan Derita Kanker Stadium Empat, Dunia Sepak Bola Beri Dukungan
Baca dalam 60 detik
- Mantan kapten dan pelatih timnas Inggris, Kevin Keegan, mengonfirmasi dirinya mengidap kanker stadium empat yang telah menyebar ke bagian tubuh lain.
- Keegan yang kini berusia 75 tahun menjalani perawatan intensif, dan baru-baru ini mendapat sambutan hangat saat tampil di depan publik Newcastle.
- Legenda Newcastle United itu menolak usulan patung dirinya, dan memilih dikenang melalui hubungan emosional dengan para pendukung.

Kevin Keegan, mantan kapten dan pelatih tim nasional Inggris, mengumumkan bahwa dirinya tengah berjuang melawan kanker stadium empat. Pengakuan ini disampaikan dalam sebuah acara publik di Newcastle, saat ia untuk pertama kalinya tampil setelah keluarganya mengabarkan kondisi kesehatannya pada Januari lalu.
Kanker stadium empat merupakan tahap paling lanjut, di mana sel-sel ganas telah menyebar ke organ lain. Keegan mengungkapkan bahwa penyakit itu terdeteksi secara tidak sengaja saat ia menjalani pemindaian pasca kecelakaan mobil. "Saat pemindaian untuk operasi, mereka menemukan saya mengidap kanker. Mereka bilang punya dokter terbaik untuk melawan apa yang Anda derita, yaitu kanker stadium empat," ujarnya di atas panggung Tyne Theatre and Opera House.
Dalam kesempatan itu, Keegan juga menceritakan dialognya dengan sang dokter yang ternyata adalah pendukung Liverpool. "Dia bilang, 'Kevin, pengobatan baru ini punya tingkat keberhasilan yang luar biasa.' Saya tanya, 'Berapa persen?' Dia jawab, '33 persen.' Saya kira 80 atau 90 persen, ternyata hanya 33 persen!" ucapnya dengan nada ringan.
Dunia sepak bola langsung memberikan dukungan. Newcastle United merilis pernyataan resmi yang menyebut Keegan memiliki "tempat yang unik dan berharga dalam sejarah klub, dan di hati para pendukung." Manajer Eddie Howe, yang musim ini mengalami musim berat dengan finis di peringkat ke-12 Liga Premier, tetap mendapat dukungan penuh dari Keegan. Legenda berusia 75 tahun itu memuji Howe sebagai "manajer pertama yang memenangkan sesuatu sejak sebagian besar dari kita hidup" setelah membawa pulang Piala Liga musim lalu.
Menariknya, Keegan menolak rencana pembuatan patung dirinya di luar stadion. "Kalian harus menunggu sampai saya meninggal," katanya bercanda. "Saya tidak menentang patung-patung yang ada di luar, tapi itu bukan sesuatu yang berarti bagi saya. Patung saya adalah cara Anda menerima saya." Pernyataan ini menunjukkan bahwa ia lebih menghargai hubungan emosional dengan para penggemar ketimbang penghormatan fisik.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Keegan mengingatkan pada sosok legenda yang tetap rendah hati di tengah cobaan berat. Di era di mana berita kesehatan atlet sering menjadi konsumsi publik, transparansi Keegan justru memperkuat ikatan dengan pendukung. Pertanyaan besarnya: akankah ia sempat kembali ke St James' Park untuk menyaksikan langsung laga Newcastle sebelum kondisi kesehatannya memburuk? Semua berharap yang terbaik untuk sang legenda.



