Leeds Siapkan Dana Besar demi Ladislav Krejci, Suksesor Kalvin Phillips di Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan akan mengajukan tawaran £26 juta untuk merekrut gelandang serba bisa Wolverhampton, Ladislav Krejci, pada bursa transfer musim panas.
- Krejci dinilai sebagai kandidat ideal untuk menggantikan peran Kalvin Phillips berkat kemampuannya bermain di tiga posisi berbeda: gelandang bertahan, gelandang tengah, dan bek tengah.
- Jika transfer terwujud, Leeds berharap Krejci bisa menjadi fondasi untuk membangun skuad yang lebih kompetitif di papan atas Premier League, sejalan dengan ambisi pelatih Daniel Farke.

Leeds United bergerak cepat di bursa transfer musim panas dengan membidik Ladislav Krejci, gelandang serba bisa milik Wolverhampton Wanderers yang baru saja terdegradasi. Klub asuhan Daniel Farke itu dikabarkan siap menggelontorkan dana sebesar £26 juta—angka yang setara dengan harga beli Wolves dari Girona—untuk mengamankan jasa pemain internasional Republik Ceko tersebut.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Leeds tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalu. Setelah promosi ke Premier League pada musim 2024/25 dan finis di peringkat ke-14, Farke menegaskan bahwa targetnya bukan sekadar bertahan. “Saya tidak tertarik hanya untuk menghindari degradasi,” ujar pelatih asal Jerman itu, seperti dikutip media Inggris. Ambisi Farke adalah membawa Leeds bersaing di papan atas, sebuah target yang membutuhkan perombakan skuad secara signifikan.
Krejci, 27 tahun, dianggap sebagai jawaban atas kebutuhan fisik dan taktis yang selama ini hilang sejak kepergian Kalvin Phillips ke Manchester City pada 2022. Phillips, yang kini masih terikat kontrak dengan City, merupakan sosok kunci di lini tengah Leeds berkat kemampuannya bermain sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, maupun bek tengah. Kini, Farke disebut-sebut ingin memiliki ‘Phillips versi barunya’ dalam diri Krejci.
Ketertarikan Leeds pada Krejci bukannya tanpa pesaing. Crystal Palace dan Brentford dikabarkan juga memantau situasi pemain yang musim lalu tampil impresif meski Wolves harus terdegradasi. Namun, Leeds memiliki keunggulan historis: klub pernah sukses memaksimalkan pemain serupa, seperti yang terjadi pada Crysencio Summerville dan Georginio Rutter yang tetap bersinar meski timnya terdegradasi. “Jangan menilai Krejci hanya dari nasib Wolves,” tulis laporan TEAMtalk yang menjadi sumber kabar ini. “Banyak pemain top justru muncul setelah timnya turun kasta.”
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Leeds di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Liga Inggris selalu menjadi tontonan utama, dan keputusan klub seperti Leeds dalam membangun skuad bisa menjadi tolok ukur bagi klub-klub Asia yang ingin bersaing di level tertinggi. Jika Krejci benar-benar bergabung, ia akan menjadi contoh bagaimana pemain dengan fleksibilitas taktis bisa menjadi fondasi tim yang ambisius.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Krejci mengisi kekosongan yang ditinggalkan Phillips dan membawa Leeds ke level yang lebih tinggi? Ataukah ia hanya akan menjadi bagian dari siklus degradasi lain? Jawabannya akan mulai terlihat saat jendela transfer musim panas dibuka.



