Nova Arianto Puji Kualitas Pemain Diaspora Timnas U-19: Zinadein Ardiansyah Curi Perhatian
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Nova Arianto mengaku puas dengan performa enam pemain diaspora yang dipanggil memperkuat Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2026.
- Zinadein Ardiansyah, gelandang Sydney FC II, mendapat pujian khusus karena visi bermainnya yang dinilai sangat baik oleh sang pelatih.
- Kehadiran pemain diaspora diharapkan menambah kedalaman skuad Garuda Muda yang akan berlaga di Grup A bersama Myanmar, Timor Leste, dan Vietnam.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4912942/original/090478700_1723120672-Latihan_Timnas_Indonesia_U-17_3.JPG)
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, menyatakan kepuasannya terhadap kualitas enam pemain diaspora yang akan membela skuad Garuda Muda pada Piala AFF U-19 2026 di Medan, Sumatera Utara. Dari sekian nama, satu pemain anyar, Zinadein Ardiansyah, mendapat sorotan khusus karena kemampuannya membaca permainan.
Nova telah menetapkan 23 pemain untuk turnamen yang digelar pada Juni 2026 tersebut. Enam di antaranya merupakan pemain yang berkarier di luar negeri: Mathew Baker, Timothy Baker, Welber Jardim, Amar Brkic, Zinadein Ardiansyah, dan Eizar Tanjung. Menurut Nova, secara kualitas, para pemain diaspora ini tidak jauh berbeda dengan pemain lokal yang sudah menjadi andalannya.
“Secara kualitas, enam pemain diaspora ini hampir sama dengan pemain lokal karena usia mereka masih dalam masa tumbuh kembang. Jadi perbedaannya tidak terlalu signifikan,” ujar Nova dalam wawancara dengan Bola.com. Meski demikian, ia menekankan bahwa kehadiran mereka memberikan opsi tambahan di sektor-sektor yang sebelumnya kurang memiliki kedalaman skuad.
Nova mengakui bahwa dirinya secara khusus tertarik pada Zinadein Ardiansyah, pemain kelahiran Australia yang kini memperkuat Sydney FC II. “Saya lihat Zinadein punya visi bermain yang sangat baik. Semoga dia bisa tampil maksimal,” kata Nova. Namun, ia juga berharap pemain diaspora lainnya seperti Welber Jardim, Timothy Baker, dan Amar Brkic dapat memberikan kontribusi optimal.
Turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda Indonesia, terutama yang berasal dari diaspora. Nova berharap kombinasi pemain lokal dan diaspora mampu membawa Garuda Muda meraih hasil terbaik di hadapan pendukung sendiri. “Dengan datangnya para pemain diaspora, kedalaman skuad kami bertambah. Semoga mereka semua bisa tampil maksimal,” imbuhnya.
Indonesia akan memulai perjuangan di Grup A dengan menghadapi Myanmar pada 1 Juni 2026, disusul Timor Leste (4 Juni) dan Vietnam (7 Juni). Seluruh laga digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan. Dengan dukungan penuh dari suporter tuan rumah, Timnas U-19 diharapkan mampu melaju jauh dan merebut gelar juara.
Pertanyaan besarnya, akankah para pemain diaspora ini mampu beradaptasi dengan cepat dan menjadi pembeda di turnamen regional? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



