Leeds Siap Tebus Harvey Elliott: Rekrutan Berisiko Tinggi nan Menggiurkan
Baca dalam 60 detik
- Liverpool mematok harga £30 juta untuk Harvey Elliott, yang minim menit bermain di Aston Villa musim lalu.
- Leeds United melihat Elliott sebagai proyek potensial serupa Noah Okafor, yang melejit setelah awal sulit.
- Jika transfer jadi, Elliott bisa menjadi kunci lini serang Leeds musim depan dengan harga yang terbilang murah.

Leeds United dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga £30 juta untuk memboyong gelandang serang Liverpool, Harvey Elliott, di bursa transfer musim panas ini. Langkah ini menjadi sinyal ambisi klub asuhan Daniel Farke untuk memperkuat lini depan setelah sukses mempertahankan diri di Premier League musim lalu.
Elliott, yang kini berusia 23 tahun, menghabiskan musim 2025/26 dengan status pinjaman di Aston Villa. Namun, karena klausul dalam kontrak yang mewajibkan Villa membayar £35 juta jika ia tampil dalam sepuluh pertandingan, Elliott hanya diturunkan sembilan kali dan mencetak satu gol. Minimnya menit bermain membuat nilai transfernya turun, membuka peluang bagi klub seperti Leeds untuk merekrutnya dengan harga lebih murah dari potensi aslinya.
Leeds bukan satu-satunya peminat. Sunderland, Coventry City, dan Ipswich Town juga dikabarkan tertarik. Namun, laporan dari Sports Boom menyebut Leeds menjadi favorit utama karena keseriusan mereka dalam negosiasi. Klub asal Yorkshire itu disebut 'siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan' untuk mengamankan tanda tangan Elliott.
Strategi Leeds ini mengingatkan pada rekrutan Noah Okafor dari AC Milan pada musim panas lalu. Okafor, yang diboyong dengan harga £18 juta, awalnya kesulitan beradaptasi—hanya mencetak dua gol dalam lima laga awal, lalu paceklik gol selama 16 pertandingan. Namun, di akhir musim ia meledak dengan enam gol dalam tujuh penampilan terakhir. Kini, Leeds berharap pola serupa bisa terulang pada Elliott: pemain muda berbakat yang tersisih di klub besar, lalu bersinar setelah mendapat kepercayaan penuh.
Elliott pernah dijuluki "remaja terbaik di dunia" oleh mantan kiper Paul Robinson, dan dibandingkan dengan Michael Owen, Robbie Fowler, serta Raheem Sterling oleh Jamie Carragher pada 2022. Namun, kariernya mandek di Liverpool—sejak bergabung dari Fulham pada 2021, ia hanya menjadi starter dalam 67 pertandingan. Meski sempat mencetak gol di Liga Champions melawan PSG, musim lalu menjadi titik terendahnya.
Bagi Leeds, merekrut Elliott adalah perjudian yang diperhitungkan. Dengan kepergian Joel Piroe yang hampir pasti, lini serang membutuhkan amunisi baru. Selain Elliott, nama-nama seperti Liam Delap (Chelsea), Zion Flemming (Burnley), dan Lois Openda (Juventus) juga masuk radar. Namun, Elliott menawarkan fleksibilitas sebagai gelandang serang yang bisa bermain di sayap atau di belakang striker—sebuah opsi yang jarang dimiliki Leeds saat ini.
Dari segi finansial, £30 juta bukanlah angka yang terlalu besar di Premier League saat ini, terutama jika Elliott mampu merealisasikan potensinya. Leeds telah membuktikan mampu memoles pemain yang sempat redup, seperti Okafor dan Calvert-Lewin. Pertanyaannya, mampukah Farke mengulang sukses yang sama? Ataukah Elliott akan menjadi investasi mahal yang kembali gagal bersinar?



