Liverpool Siapkan Dana Rp1,7 Triliun untuk Rekrut Winger Leipzig: Proyek Iraola-Diomande
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan tengah merundingkan kontrak pribadi dengan Yan Diomande, winger RB Leipzig yang dibanderol £86 juta, setelah memecat Arne Slot.
- Andoni Iraola, mantan pelatih Bournemouth, menjadi kandidat utama pengganti Slot dan diyakini bisa memaksimalkan potensi Diomande dengan gaya pressing tinggi.
- Kombinasi Iraola dan Diomande dinilai mampu merevolusi lini depan Liverpool yang tumpul musim lalu, meski harus bersaing dengan PSG.

Liverpool dikabarkan telah memasuki tahap negosiasi kontrak pribadi dengan Yan Diomande, winger RB Leipzig berusia 19 tahun, setelah sang pemain menyatakan keinginannya untuk bergabung ke Anfield musim panas ini. Langkah ini menjadi bagian dari perombakan besar-besaran yang dilakukan The Reds pasca pemecatan Arne Slot, yang hanya bertahan dua musim meski sempat membawa pulang gelar Premier League.
Menurut laporan media Spanyol, Liverpool harus merogoh kocek sekitar £86 juta atau setara Rp1,7 triliun untuk menebus Diomande dari Leipzig. Angka tersebut menjadikannya salah satu pembelian termahal dalam sejarah klub. Namun, potensi kerja sama dengan Andoni Iraola—yang disebut-sebut sebagai kandidat utama pelatih anyar—membuat investasi ini dinilai sepadan. Iraola, yang kini berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Bournemouth, dikenal dengan gaya bermain agresif berbasis pressing tinggi dan transisi cepat.
Keputusan Liverpool memecat Slot memang mengejutkan, terutama setelah ia berhasil membawa tim juara liga. Namun, direktur olahraga Richard Hughes dan Michael Edwards menilai performa tim musim lalu terlalu monoton dan kurang greget. Di sisi lain, Bournemouth asuhan Iraola justru tampil memukau dengan permainan cepat dan langsung, bahkan berhasil menembus papan atas klasemen. Hughes, yang pernah bekerja sama dengan Iraola di Bournemouth, diyakini menjadi arsitek di balik rencana ini.
Diomande sendiri digadang-gadang sebagai winger ideal untuk sistem Iraola. Dengan kecepatan, keberanian menggiring bola, dan kemampuan mencetak gol—musim ini ia mencatatkan peningkatan signifikan dalam hal kontribusi gol—pemain muda asal Pantai Gading itu dinilai mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Mohamed Salah yang mulai menua. Bahkan, scout Jacek Kulig menyebutnya sebagai pemain "luar biasa" yang bisa mengubah lini depan Liverpool.
Menariknya, Diomande dikabarkan lebih memilih Liverpool dibanding Paris Saint-Germain, yang juga mengincarnya. Faktor Iraola menjadi daya tarik utama, karena sang pelatih memiliki rekam jejak mengembangkan winger seperti Antoine Semenyo—yang kini berseragam Manchester City—dan Rayan di Bournemouth. Jika transfer ini terwujud, Liverpool tidak hanya mendapatkan pemain, tetapi juga sistem yang cocok.
Bagi pembaca di Indonesia, pergerakan Liverpool ini patut dicermati karena klub ini memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Selain itu, persaingan dengan PSG dalam perburuan Diomande menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba merebut talenta muda Afrika, yang kerap menjadi idola di Asia Tenggara. Jika Liverpool sukses, ini bisa menjadi sinyal bahwa era baru Anfield akan lebih mengandalkan pemain muda eksplosif ketimbang bintang senior.
Namun, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan: Liverpool belum mengonfirmasi secara resmi pengganti Slot, dan negosiasi dengan Leipzig bisa berlangsung alot. Pertanyaan besarnya, mampukah Iraola dan Diomande mengembalikan kejayaan Liverpool yang sempat meredup? Ataukah ini hanya gebrakan sesaat yang berakhir dengan kekecewaan?



