Arsenal Incar Elliot Anderson: Rekrutan Lebih Taktis daripada Morgan Rogers?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan mengincar gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, yang dibanderol sekitar £100 juta, meski Manchester City lebih unggul dalam perburuan.
- Anderson dinilai sebagai solusi lini tengah Arsenal yang lebih mendesak dibandingkan Morgan Rogers, terutama untuk menggantikan Martin Zubimendi yang mulai kehilangan tempat.
- Statistik defensif Anderson musim ini (13,9 kontribusi per 90 menit) unggul jauh dari pemain Arsenal mana pun, berpotensi membebaskan Declan Rice bermain lebih ofensif.

Arsenal belum lama mengangkat trofi Premier League, namun bursa transfer musim panas sudah menjadi fokus utama. Klub asal London utara itu dikabarkan mengincar dua bintang mahal: Morgan Rogers dari Aston Villa dan Elliot Anderson dari Nottingham Forest. Namun, analisis mendalam menunjukkan bahwa Anderson, yang juga diburu Manchester City dan Manchester United, justru bisa menjadi rekrutan yang lebih strategis ketimbang Rogers.
Menurut laporan Sky Sports, Arsenal telah menyatakan keinginan untuk mendatangkan Anderson. Gelandang berusia 23 tahun itu diperkirakan memiliki nilai transfer sekitar £100 juta. Namun, Manchester City disebut sebagai favorit utama setelah dikabarkan telah mencapai kesepakatan pribadi dengan pemain. Meski begitu, Arsenal masih berpeluang jika mampu membajak negosiasi yang sudah berjalan.
Di sisi lain, Morgan Rogers memang menjadi target utama Andrea Berta, direktur olahraga Arsenal. Mantan Pemain Muda Terbaik PFA itu telah mencetak 14 gol dalam dua musim beruntun dan bisa bermain sebagai gelandang serang atau sayap. Namun, Arsenal lebih membutuhkan pemain sayap murni untuk mengatasi inkonsistensi Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard. Rogers lebih cocok sebagai pemain tengah, mirip Eberechi Eze, sehingga tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah di sayap kiri.
Kebutuhan paling mendesak Arsenal justru ada di lini tengah. Martin Zubimendi, yang direkrut dari Real Sociedad musim lalu, tampil menonjol di awal musim namun mulai kehilangan tempat di akhir kompetisi. Pemain Spanyol itu mencatatkan menit bermain terbanyak kedua (4.269 menit) di antara pemain outfield Arsenal setelah Declan Rice, dan tampak kelelahan. Dengan jadwal padat termasuk Piala Dunia musim panas ini, Zubimendi membutuhkan istirahat, bukan lebih banyak pertandingan.
Anderson hadir sebagai solusi tepat. Gelandang Nottingham Forest itu unggul dalam kontribusi defensif—13,9 per 90 menit, tertinggi kedua di Premier League. Sebagai perbandingan, pemain Arsenal dengan angka tertinggi adalah Rice dengan 10,9, sementara Zubimendi hanya 9,2. Dengan Anderson di posisi gelandang bertahan, Rice bisa dimajukan ke peran lebih ofensif seperti yang ia lakukan di timnas Inggris. Anderson sendiri diproyeksikan menjadi gelandang bertahan utama Inggris di Piala Dunia mendatang.
Meski demikian, perburuan Anderson tidak akan mudah. Manchester City telah melakukan banyak persiapan dan diyakini sebagai pemimpin perlombaan. Arsenal harus bergerak cepat jika ingin merebut pemain yang dinilai sebagai peningkatan signifikan atas Zubimendi. Sementara itu, Rogers tetap menjadi opsi menarik, namun prioritas Arsenal seharusnya memperkuat lini tengah yang mulai rapuh.
Dengan gelar Premier League sudah di tangan, Arsenal kini membidik sukses di Liga Champions. Keputusan bursa transfer musim panas ini akan menentukan apakah mereka mampu bersaing di level tertinggi Eropa. Pertanyaannya, akankah Andrea Berta dan Mikel Arteta berani mengalihkan fokus dari Rogers ke Anderson demi keseimbangan skuad yang lebih baik?



