Tottenham Beralih ke Bintang Betis: Abde Ezzalzouli Dinilai Lebih Tajam dari Savinho
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur memulai negosiasi dengan Real Betis untuk merekrut Abde Ezzalzouli, pemain sayap Maroko berusia 24 tahun, dengan klausul rilis sekitar £52 juta.
- Ezzalzouli mencatatkan 9 gol dan 10 assist di LaLiga musim ini, mengungguli Savinho yang hanya mencetak 1 gol dan 2 assist di Premier League.
- Jika transfer berhasil, Ezzalzouli diharapkan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Heung-min Son dan meningkatkan daya gedor lini depan Spurs.

Tottenham Hotspur tengah menjajaki opsi alternatif di bursa transfer setelah performa menurun sang target utama, Savinho. Klub asal London Utara itu dikabarkan telah membuka komunikasi dengan Real Betis untuk mendatangkan Abde Ezzalzouli, pemain sayap asal Maroko yang musim ini tampil gemilang di LaLiga.
Menurut laporan media Spanyol yang dikutip Sport Witness, Spurs bersama Aston Villa telah melakukan pendekatan awal kepada Betis. Namun, mereka harus bersaing dengan Newcastle United yang juga mengincar pemain dengan klausul rilis senilai £52 juta. Angka tersebut menjadi harga patokan yang jika dibayarkan penuh, proses transfer bisa berjalan cepat.
Keputusan Tottenham beralih ke Ezzalzouli tak lepas dari menurunnya nilai jual Savinho. Musim lalu, pemain Brasil itu sempat mencatatkan 13 assist dan dianggap sebagai salah satu winger paling kreatif di Eropa. Namun, setelah kedatangan Rayan Cherki dan Antoine Semenyo di Manchester City, menit bermain Savinho merosot drastis. Ia hanya tampil sebagai starter tujuh kali di liga, dengan torehan satu gol dan dua assist. Di semua kompetisi, ia menambah satu assist dan tiga gol tambahan.
Perbandingan statistik menunjukkan Ezzalzouli unggul dalam hal produktivitas gol dan assist. Meski Savinho lebih unggul dalam hal dribel dan membawa bola, winger Betis itu terbukti lebih klinis di depan gawang. Dalam situasi satu lawan satu, Ezzalzouli dinilai sulit dihentikan dan bisa menjadi jawaban atas kebutuhan Spurs di sisi kiri serangan sejak kepergian Heung-min Son setahun lalu.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League mulai melirik pemain dari liga-liga alternatif seperti LaLiga, bukan hanya dari klub-klub besar Eropa. Jika Ezzalzouli pindah, ia akan menjadi salah satu pemain Maroko dengan nilai transfer tertinggi, sejajar dengan pemain seperti Achraf Hakimi. Hal ini bisa membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk lebih diperhitungkan di pasar transfer Eropa jika mampu menunjukkan konsistensi di liga top.
Menurut analis sepak bola, langkah Tottenham menunjukkan urgensi untuk segera memperkuat lini depan setelah nyaris terdegradasi musim lalu. Dengan dua pemain anyar yang sudah hampir pasti bergabung secara gratis—Andy Robertson dari Liverpool dan Marcos Senesi dari Bournemouth—pembelian Ezzalzouli akan menjadi sinyal ambisi Spurs untuk kembali bersaing di papan atas.
Pertanyaan besarnya, mampukah Tottenham mengalahkan persaingan dari Aston Villa dan Newcastle yang juga memiliki daya tarik finansial? Atau akankah Betis bertahan dengan harga klausul yang membuat klub peminat berpikir ulang? Jawabannya akan menentukan arah bursa transfer musim panas ini.



