Newcastle Siapkan Rp1 Triliun untuk Rekrut Ez Abde, Suksesor Gordon dari La Liga
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United mengincar winger Real Betis, Abdessamad Ezzalzouli, sebagai pengganti Anthony Gordon yang akan bergabung dengan Barcelona.
- Klub asal Inggris itu harus membayar klausul rilis sebesar £51 juta (sekitar Rp1 triliun) untuk mendapatkan pemain berjuluk Ez Abde tersebut.
- Langkah ini menjadi ujian bagi manajemen Newcastle untuk tidak mengulangi kesalahan gagal mengganti Alexander Isak musim lalu.

Newcastle United dipastikan akan kehilangan Anthony Gordon yang akan merapat ke Barcelona pada bursa transfer musim panas ini. Sebagai gantinya, The Magpies dikabarkan telah mengidentifikasi target pengganti yang tak kalah menarik: Abdessamad Ezzalzouli, winger Real Betis yang akrab disapa Ez Abde.
Menurut laporan The i Paper, Newcastle mendapat informasi bahwa mereka bisa mengamankan jasa pemain berusia 24 tahun itu dengan membayar klausul rilis sebesar £51 juta. Angka ini lebih rendah dari nilai transfer Gordon yang mencapai £69 juta, sehingga secara finansial Newcastle justru berpotensi meraup keuntungan bersih sekitar £18 juta.
Keputusan melepas Gordon bukan tanpa risiko. Meski kontribusinya di Premier League musim ini hanya enam gol dan dua assist, pemain Timnas Inggris itu tetap menjadi andalan di lini serang. Namun, manajemen Newcastle menilai kepergiannya sebagai peluang untuk menyegarkan skuad yang musim lalu hanya finis di peringkat ke-12 klasemen.
Ez Abde bukan nama asing di sepak bola Spanyol. Didikan La Masia ini sempat bermain untuk Barcelona di bawah asuhan Xavi Hernandez, yang memujinya sebagai pemain dengan kualitas bola "luar biasa". Musim ini, ia menjadi motor serangan Real Betis yang finis di posisi keempat La Liga dan lolos ke Liga Champions. Gaya bermainnya yang eksplosif dan kecepatan di sisi sayap dinilai cocok dengan kebutuhan Newcastle yang kehilangan elemen kecepatan Gordon.
Pelatih Eddie Howe mendapat kepercayaan untuk tetap menukangi tim meski musim lalu mengecewakan. Ia harus cermat dalam belanja pemain, mengingat kegagalan menggantikan Alexander Isak musim lalu membuat persiapan pramusim Newcastle kacau. Kini, dengan dana segar dari penjualan Gordon, Howe diharapkan tidak mengulangi kesalahan serupa.
"Abde adalah pemain sayap kiri yang natural, tapi ia juga bisa bermain di kanan. Fleksibilitas ini akan membantu Howe merotasi lini depan, terutama jika mereka mendatangkan penyerang tengah baru," ujar analis sepak bola Spanyol, Carlos Martinez.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle ini menarik untuk diikuti. Klub yang dimiliki Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi ini kerap menjadi barometer belanja pemain di Premier League. Jika Ez Abde benar-benar bergabung, ia akan menjadi pemain Maroko kedua yang merumput di Inggris setelah Noussair Mazraoui (Manchester United). Hal ini bisa membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk lebih dikenal di kancah sepak bola Eropa.
Pertanyaan besarnya, akankah Ez Abde mampu beradaptasi dengan kerasnya Premier League? Ataukah Newcastle kembali terjebak dalam perangkap yang sama seperti saat kehilangan Isak? Musim depan akan menjadi jawabannya.



