Savinho Incar Tottenham: Sayap Baru untuk Proyek Kebangkitan De Zerbi
Baca dalam 60 detik
- Winger Manchester City, Savinho, dikabarkan sangat ingin bergabung dengan Tottenham Hotspur pada bursa transfer musim panas ini setelah minim menit bermain di Etihad.
- Pelatih Roberto De Zerbi menjadikan pemain Brasil berusia 21 tahun itu sebagai target utama untuk memperkuat lini serang, menggantikan peran Randal Kolo Muani yang dianggap gagal.
- Kesepakatan senilai £60 juta sempat buntu tahun lalu, tetapi kini peluang terbuka kembali seiring keinginan Savinho pindah dan kebutuhan Spurs akan kreativitas di sayap.

Tottenham Hotspur selamat dari jerat degradasi setelah menang tipis 1-0 atas Everton di laga pamungkas Premier League, namun itu baru awal dari pekerjaan rumah besar yang menanti Roberto De Zerbi. Manajer asal Italia itu kini mendesak manajemen klub untuk bergerak cepat di bursa transfer, dan satu nama sudah berada di puncak daftar belanja: Savinho, winger muda Manchester City yang dikabarkan sangat antusias pindah ke London Utara.
Menurut laporan TEAMtalk, pemain berusia 21 tahun itu nyaris berseragam Tottenham pada musim panas lalu ketika kedua klub sempat mencapai kesepakatan di kisaran £60 juta. Dua tawaran resmi diajukan, namun City menarik diri di menit akhir. Kini, setelah hanya menjadi penghangat bangku cadangan di bawah asuhan Pep Guardiola—dengan hanya tujuh kali starter sepanjang musim 2025/26—Savinho memutuskan sudah waktunya hengkang untuk menyelamatkan karier yang mulai mandek.
Kepercayaan diri Savinho bukannya tanpa dasar. Pada musim perdananya di Premier League, ia tampil menonjol dan dijuluki “salah satu pemain U-21 terbaik di Eropa” oleh pengamat bakat Jacek Kulig. Kemampuannya bermain di kedua sisi sayap serta kreativitas tanpa batas menjadi daya tarik utama. De Zerbi, yang dikenal gemar membangun serangan dari lebar, dipandang sebagai pelatih ideal untuk memaksimalkan potensi sang pemain. Sebaliknya, performa Randal Kolo Muani yang dipinjam dari Paris Saint-Germain justru mengecewakan. Konten kreator Ben Bowman bahkan menyebutnya “benar-benar menyedihkan” pada Desember lalu, dan situasinya tidak membaik hingga akhir musim.
Keputusan De Zerbi mencoret Kolo Muani dari susunan pemain inti pada laga kontra Everton menjadi sinyal jelas bahwa eksperimen pinjaman itu sudah selesai. Enam start beruntun yang dijalani penyerang asal Prancis itu tidak membuahkan hasil berarti. Sebaliknya, Savinho justru menunjukkan bukti nyata bisa bersinar di Premier League, meski musim ini minim kesempatan. Ketidakhadirannya dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 di bawah Carlo Ancelotti juga menjadi alarm bahwa ia harus segera pindah agar tidak kehilangan momentum.
Bagi Tottenham, mendatangkan Savinho bukan sekadar tambahan amunisi serangan, melainkan pernyataan ambisi bahwa klub serius bangkit. ENIC Group, pemilik klub, tidak punya ruang untuk gagal di bursa transfer setelah musim yang penuh gejolak. Selain Savinho, Spurs juga dikabarkan mengejar bek kiri Andy Robertson dan Marcos Senesi untuk memperkuat pertahanan. Namun, prioritas utama tetap pada sektor sayap yang selama ini dianggap kurang tajam.
Pertanyaan besarnya: akankah Savinho menjadi katalis kebangkitan Tottenham, atau justru tenggelam dalam tekanan klub yang masih mencari jati diri? Jika De Zerbi berhasil meyakinkan manajemen untuk mengeluarkan dana besar, maka musim depan bisa menjadi titik balik bagi Spurs. Namun, jika negosiasi kembali buntu, bukan tidak mungkin pemain Brasil itu akan mencari pelabuhan lain yang lebih menjanjikan.



