Tottenham Bidik Ferran Torres sebagai Alternatif Lebih Murah dari Gakpo
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur membuka opsi transfer Ferran Torres dari Barcelona dengan banderol sekitar £43 juta, lebih hemat dibandingkan tuntutan Liverpool untuk Cody Gakpo yang mencapai £72 juta.
- Rekor statistik Torres musim lalu di La Liga menunjukkan produktivitas gol dan peluang yang lebih baik daripada Gakpo, menjadikannya kandidat kuat untuk memperkuat lini serang Spurs.
- Persaingan merebut tanda tangan Torres diprediksi ketat, dengan PSG dan Arsenal ikut dalam perburuan, sementara Spurs berharap daya tarik London bisa menjadi nilai jual.

Langkah Tottenham Hotspur di bursa transfer musim panas ini kian menarik perhatian. Klub asal London Utara itu dikabarkan serius mempertimbangkan Ferran Torres, penyerang Barcelona, sebagai alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan mengejar Cody Gakpo dari Liverpool. Dengan selisih harga yang mencapai hampir £30 juta, keputusan ini bisa menjadi pembeda dalam strategi belanja Spurs di bawah arahan Roberto De Zerbi.
De Zerbi, yang baru menangani Spurs pada akhir musim lalu, telah mendapat dukungan finansial besar dari pemilik klub. Lebih dari £235 juta telah digelontorkan untuk memperkuat skuad, namun lini serang masih menjadi pekerjaan rumah utama. Musim lalu, hanya Richarlison yang mampu mencetak lebih dari lima gol di liga, sebuah catatan yang jelas tidak memadai untuk tim yang bercita-cita bersaing di papan atas.
Ketertarikan pada Gakpo memang masuk akal. Pemain asal Belanda itu punya rekam jejak 32 gol di Premier League dalam tiga setengah musim, plus 16 assist sejak bergabung dengan Liverpool. Namun, banderol £72 juta yang diminta The Reds membuat Spurs berpikir ulang. Di sisi lain, Torres, yang pernah merasakan kerasnya Premier League bersama Manchester City, bisa ditebus dengan harga sekitar £43 juta—angka yang jauh lebih ramah di kantong.
Perbandingan statistik musim lalu di liga masing-masing menunjukkan Torres lebih unggul dalam beberapa aspek. Ia mencatatkan 18 gol plus assist di La Liga, lebih banyak dari Gakpo, meski bermain di liga yang levelnya tak kalah kompetitif. Yang lebih mencolok, pemain asal Spanyol itu melepaskan tembakan tepat sasaran hampir tiga kali lebih banyak per 90 menit, dengan akurasi umpan silang mencapai 33 persen—angka yang lebih baik dari Gakpo. Ini mengindikasikan bahwa Torres tidak hanya tajam di depan gawang, tetapi juga mampu menciptakan peluang bagi rekan setimnya.
Namun, Spurs tidak sendirian dalam perburuan ini. PSG dan Arsenal dilaporkan juga memantau situasi Torres. Bahkan, pemain berusia 26 tahun itu dikabarkan lebih condong ke PSG. Meski begitu, ada sinyal bahwa jika harus kembali ke Inggris, London adalah tujuan favoritnya, yang bisa menjadi peluang bagi Spurs untuk menariknya ke Tottenham Hotspur Stadium.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika transfer ini menarik untuk disimak, mengingat semakin banyak pemain top Eropa yang menjadi sorotan publik Tanah Air. Kehadiran pemain seperti Torres di Premier League tentu akan menambah daya tarik liga yang memang sudah sangat populer di Indonesia. Selain itu, langkah Spurs yang cermat dalam berbelanja pemain bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam mengelola keuangan dan memilih pemain yang tepat.
Keputusan akhir Spurs akan sangat menentukan. Apakah mereka berani mengambil risiko dengan Torres yang belum tentu konsisten di Premier League, atau tetap memaksakan diri untuk mendapatkan Gakpo? Satu hal yang pasti, bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian bagi De Zerbi dalam meracik skuad impiannya. Jika Torres berhasil didatangkan, ia bisa menjadi jawaban atas kebuntuan lini serang Spurs, sekaligus membuktikan bahwa manajemen klub mampu berbelanja cerdas di tengah persaingan yang semakin ketat.



