Robertson Tetap ke Tottenham Meski Juventus Coba Bajak di Menit Akhir
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Skotlandia Andy Robertson memutuskan bergabung dengan Tottenham Hotspur setelah kontraknya di Liverpool berakhir, mengabaikan tawaran menit akhir dari Juventus.
- Kesepakatan dengan Spurs telah dijalin enam bulan lalu, diperkuat oleh kedatangan pelatih Roberto De Zerbi dan keberhasilan tim lolos dari degradasi.
- Keputusan ini mengamankan pengalaman Robertson di Premier League, sementara Juventus harus mencari alternatif lain di bursa transfer.

Andy Robertson memastikan langkahnya menuju Tottenham Hotspur pada musim depan, menepis upaya terakhir Juventus yang mencoba membajak transfer pemain asal Skotlandia tersebut. Gelandang berusia 32 tahun itu akan berstatus bebas transfer setelah kontraknya di Liverpool habis pada 30 Juni mendatang.
Robertson telah menghabiskan tujuh musim bersama The Reds sejak direkrut dari Hull City pada 2017. Selama periode itu, ia menjadi bagian penting dalam skuad asuhan Jürgen Klopp, termasuk saat Liverpool meraih gelar Liga Champions dan Premier League. Namun, musim ini ia hanya tampil dalam 36 pertandingan kompetitif, mencetak tiga gol dan dua assist, menandai perannya yang mulai berkurang.
Keputusan Robertson untuk tetap bergabung dengan Tottenham bukanlah kejutan besar. Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, kesepakatan lisan antara pemain dan klub London utara itu telah terjalin sejak enam bulan lalu. Faktor penentu lainnya adalah kedatangan pelatih anyar Roberto De Zerbi, yang sebelumnya sukses di Brighton, serta keberhasilan Tottenham menghindari degradasi pada pekan terakhir Premier League musim ini.
Juventus memang sempat mengajukan pendekatan pada pekan lalu, tetapi peluang itu dinilai tipis sejak awal. Klub Serie A tersebut tengah merombak skuad di bawah arahan pelatih anyar, namun Robertson dianggap lebih cocok dengan proyek De Zerbi yang mengedepankan penguasaan bola dan pressing tinggi. Bagi Robertson, Premier League tetap menjadi prioritas, mengingat ia sudah nyaman dengan ritme kompetisi Inggris.
Konteks Indonesia: Kepindahan Robertson ke Tottenham menjadi sorotan bagi penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Premier League. Dengan bergabungnya pemain berpengalaman seperti Robertson, Spurs diharapkan bisa bersaing di papan atas musim depan. Bagi pecinta sepak bola Indonesia, langkah ini juga memperkuat daya tarik Tottenham sebagai klub yang mulai membangun kembali skuad kompetitif di bawah De Zerbi.
Robertson sendiri mengucapkan salam perpisahan yang emosional kepada suporter Liverpool dalam laga terakhirnya di Anfield. Ia mengakui bahwa keputusan ini tidak mudah, namun ia merasa perlu tantangan baru di sisa kariernya. Dengan pengalaman di level tertinggi, Robertson diharapkan menjadi pemimpin di lini tengah Tottenham yang masih muda.
Ke depan, tantangan terbesar bagi Robertson adalah beradaptasi dengan filosofi De Zerbi yang menuntut intensitas tinggi. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan performa di usia yang tak lagi muda? Atau justru Juventus yang akan menyesal karena gagal mendapatkannya?



