ONEXPLAYER Siapkan Dua Konsol Genggam Anyar: Layar OLED 144 Hz dan Chipset Kelas Atas
Baca dalam 60 detik
- ONEXPLAYER 3 dan X2 Mini Pro akan dirilis Juni 2025, mengusung layar OLED 8,8 inci 144 Hz dengan VRR.
- ONEXPLAYER 3 ditenagai Intel Arc G3 Extreme, sementara X2 Mini Pro mengandalkan AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan NPU 50 TOPS.
- Kedua perangkat berfungsi sebagai handheld, tablet, dan laptop, menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pengguna.

Dua konsol genggam anyar dari lini ONEXPLAYER akan segera meramaikan pasar pada pertengahan hingga akhir Juni mendatang. ONEXPLAYER X2 Mini Pro dijadwalkan meluncur lebih dulu pada pertengahan Juni, disusul ONEXPLAYER 3 pada akhir bulan yang sama. Meski spesifikasi teknis sudah diungkap, banderol harga kedua perangkat masih dirahasiakan.
Kedua perangkat ini mengusung konsep 3-in-1 yang memungkinkan pengguna beralih antara mode genggam, tablet, dan laptop. ONEXPLAYER 3 dibekali layar OLED 8,8 inci dengan refresh rate 144 Hz, dukungan HDR, dan teknologi VRR (Variable Refresh Rate) untuk pengalaman visual yang mulus. Perangkat ini juga dilengkapi dua kontroler yang dapat dilepas dengan joystick Hall Effect, baterai 85 Wh, port USB 4.0 dan USB-A, pembaca kartu microSD, serta slot mini SSD. Dapur pacunya mengandalkan chip Intel Arc G3 Extreme yang dirancang untuk performa grafis tinggi.
Sementara itu, ONEXPLAYER X2 Mini Pro mengandalkan prosesor AMD Ryzen AI Max+ 395 yang memadukan CPU 16-core Zen 5 dengan 40 unit komputasi RDNA 3.5 serta NPU XDNA 2 berkemampuan 50 TOPS. Layar OLED 8,8 inci 144 Hz yang sama tetap dipertahankan dengan dukungan VRR. Yang membedakan, X2 Mini Pro hadir dengan sistem pendingin cair eksternal Frost Bay dan baterai 85 Wh yang dapat dilepas, memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna yang membutuhkan daya tahan tambahan.
Kehadiran dua konsol ini menandai persaingan ketat di segmen perangkat genggam premium. Dengan spesifikasi kelas atas, ONEXPLAYER membidik gamer dan profesional yang membutuhkan perangkat serbaguna. Bagi pasar Indonesia, perangkat semacam ini bisa menjadi alternatif menarik di tengah menjamurnya konsol genggam berbasis Windows. Namun, faktor harga dan ketersediaan akan menjadi penentu utama daya saingnya. Belum ada informasi resmi mengenai distribusi ke Indonesia, namun mengingat tren konsol genggam global, kemungkinan besar perangkat ini akan tersedia melalui platform e-commerce atau distributor resmi.
Kedua perangkat ini dijadwalkan rilis berdekatan, sehingga konsumen harus memilih antara performa grafis Intel Arc G3 Extreme atau kecerdasan buatan dari NPU AMD. Pertanyaan selanjutnya: akankah harga yang ditawarkan sebanding dengan spesifikasi yang diusung, dan mampukah ONEXPLAYER merebut hati pengguna di Indonesia yang semakin sadar akan perangkat gaming portabel?



