Dari Pemain Paling Tak Dikenal ke Sensasi Media Sosial: Tim Payne Raih 600 Ribu Pengikut dalam Hitungan Hari
Baca dalam 60 detik
- Seorang kreator asal Argentina meluncurkan kampanye untuk menjadikan bek Tim Payne sebagai pemain Piala Dunia paling dikenal, mendorong pengikut Instagramnya dari 5.000 menjadi 600.000 dalam beberapa hari.
- Payne, yang membela Selandia Baru di Piala Dunia 2026, kini memiliki basis penggemar lebih besar dari gabungan pencetak gol terbanyak negara itu dan perdana menteri.
- Fenomena ini menunjukkan kekuatan viral marketing di era digital, di mana seorang pemain pinggiran bisa mendadak menjadi pusat perhatian global hanya dalam semalam.

Seorang bek Selandia Baru yang nyaris tak dikenal di kancah sepak bola internasional tiba-tiba menjelma menjadi fenomena media sosial setelah seorang kreator asal Argentina meluncurkan misi untuk menjadikannya pemain Piala Dunia paling populer. Dalam hitungan hari, jumlah pengikut Instagram Tim Payne melonjak dari kurang dari 5.000 menjadi lebih dari 600.000โmelebihi gabungan pengikut Chris Wood, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Selandia Baru, dan Perdana Menteri Christopher Luxon.
Valen Scarsini, yang dikenal dengan nama pengguna 'elscarso' di TikTok dan Instagram, mengunggah video yang menyerukan kepada 697 ribu pengikut TikTok dan 458 ribu pengikut Instagramnya untuk mengikuti dan membuat konten tentang pemain Wellington Phoenix tersebut. Video itu telah ditonton lebih dari enam juta kali di kedua platform. "Saya melihat semua tim yang bermain di Piala Dunia untuk mencari pemain yang paling tidak dikenal, dan setelah menganalisis satu per satu, saya menemukannya," kata Scarsini dalam videonya.
Payne, 32 tahun, mencetak satu gol dan memberikan empat assist selama kampanye kualifikasi Piala Dunia Selandia Baru. Ia termasuk dalam skuad 26 pemain yang dipanggil pelatih Darren Bazeley untuk turnamen ketiga Negeri Kiwi di Piala Dunia. Sebagai tim dengan peringkat terendah di turnamen, Selandia Baru akan memulai kampanye pertama mereka sejak 2010 melawan Iran, sebelum menghadapi Mesir dan Belgia di Grup G.
Dalam video lanjutan, Scarsini mengungkapkan bahwa Payne telah mengiriminya pesan tentang perhatian tak terduga yang diterima akunnya. "Aku bertanya-tanya mengapa media sosialku meledak dan menemukan postinganmu, kawan," tulis Payne, yang pernah bergabung dengan akademi Blackburn Rovers saat remaja pada 2012. Fenomena ini bukan yang pertama bagi Scarsini. Tahun lalu, ia berhasil meningkatkan jumlah pengikut Instagram FC Balzers, klub divisi dua Swiss yang dianggapnya memiliki basis penggemar terkecil, hingga jauh melampaui raksasa Liga Super Swiss FC Basel.
Fenomena serupa juga terjadi di awal musim 2025/2026, ketika Sunderland mendapatkan banyak pengikut dari Amerika Latin setelah akun sepak bola populer asal Meksiko memberikan dukungan kepada The Black Cats. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Payne menjadi pengingat betapa besarnya kekuatan media sosial dalam mengubah narasi dan popularitas seorang pemain. Di era digital, seorang pemain yang sebelumnya tak dikenal bisa mendadak menjadi sensasi global hanya dalam semalam, membuka peluang baru dalam hal branding dan pemasaran olahraga.
Pertanyaan besarnya kini: akankah popularitas instan ini membantu Payne dan Selandia Baru meraih kemenangan pertama mereka di Piala Dunia? Ataukah ini hanya akan menjadi cerita sampingan yang menarik sebelum turnamen benar-benar dimulai?



