Fortnite Cetak 3,4 Juta Unduhan dalam Seminggu Usai Kembali ke App Store
Baca dalam 60 detik
- Fortnite mencatat 3,4 juta unduhan di App Store dalam pekan pertama setelah hiatus bertahun-tahun, mendekati rekor peluncuran perdananya.
- Saudi Arabia menjadi pasar terbesar dengan 474.000 unduhan, sementara AS hanya menyumbang 151.000, menunjukkan pergeseran basis pemain global.
- Kembalinya Fortnite ke iOS membuka peluang bagi gamer Indonesia untuk mengakses game ini tanpa sideload, meski belum ada data unduhan lokal.

Fortnite, game battle royale besutan Epic Games, menorehkan rekor baru setelah kembali tersedia di App Store pekan lalu. Dalam tujuh hari pertama, game ini diunduh sebanyak 3,4 juta kali secara global, hampir menyamai pencapaian saat pertama kali dirilis pada 2018 silam yang mencatat 3,7 juta unduhan dalam periode yang sama.
Data unduhan menunjukkan distribusi geografis yang menarik. Saudi Arabia menjadi kontributor terbesar dengan 474.000 unduhan, disusul Prancis (366.000) dan Inggris (307.000). Sementara itu, Amerika Serikat—yang selama ini dianggap sebagai pasar utama—hanya mencatat 151.000 unduhan. Puncak unduhan harian mencapai 764.000, menandakan antusiasme tinggi dari komunitas global.
Kembalinya Fortnite ke ekosistem Apple menandai berakhirnya perseteruan panjang antara Epic Games dan Apple yang dimulai pada 2020. Saat itu, Epic sengaja melanggar kebijakan komisi in-app purchase Apple, yang berujung pada penghapusan Fortnite dari App Store. Setelah melalui serangkaian gugatan dan tekanan regulasi di Uni Eropa melalui Digital Markets Act, Epic akhirnya diizinkan untuk kembali, meski dengan sejumlah penyesuaian.
Fenomena ini memiliki implikasi bagi pasar game Indonesia. Meski belum ada data spesifik unduhan dari Tanah Air, kembalinya Fortnite ke iOS memudahkan akses bagi pemain Indonesia yang sebelumnya harus menggunakan metode sideload atau platform lain. Dengan penetrasi iPhone yang cukup tinggi di kalangan gamer urban, potensi pertumbuhan pengguna baru cukup signifikan. Namun, tantangan tetap ada, seperti harga paket data dan kebijakan pembayaran dalam game yang mungkin belum ramah bagi sebagian besar pemain.
Menurut analis industri game, keberhasilan Fortnite di App Store menunjukkan bahwa loyalitas pemain masih kuat meski telah lama absen. “Angka unduhan ini membuktikan bahwa Fortnite tetap relevan di tengah persaingan ketat dengan game seperti PUBG Mobile dan Garena Free Fire,” ujar seorang pengamat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa unduhan tidak selalu berbanding lurus dengan pendapatan, mengingat model bisnis Fortnite yang mengandalkan pembelian dalam game.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Epic Games mampu mempertahankan momentum ini di tengah perubahan regulasi dan persaingan yang semakin sengit. Dengan Apple yang masih menerapkan komisi 30% untuk pembelian dalam game, Epic mungkin akan terus mendorong sistem pembayaran alternatif. Bagi pemain Indonesia, kembalinya Fortnite ke App Store setidaknya memberi opsi lebih banyak dalam memilih platform bermain.



