Duel Everton vs Tottenham untuk Bintang Levante: Harga €25 Juta
Baca dalam 60 detik
- Karl Etta Eyong, penyerang Levante berusia 22 tahun, menjadi rebutan Everton dan Tottenham setelah Barcelona mundur.
- Levante mematok harga €25 juta (£22 juta) untuk pemain yang disebut 'luar biasa' oleh pengamat bakat.
- Ketajaman Etta Eyong diukur dari jumlah tembakan dan xG yang lebih tinggi dibanding Thierno Barry, pesaingnya di Everton.
Persaingan antara Everton dan Tottenham Hotspur untuk mendapatkan penyerang muda Levante, Karl Etta Eyong, memanas setelah Barcelona memutuskan mundur dari perburuan. Klub asal Spanyol itu disebut lebih memilih opsi lain di lini depan, membuka jalan bagi dua raksasa Premier League untuk saling sikut.
Menurut laporan Mundo Deportivo yang dikutip Sport Witness, Levante bersedia melepas Etta Eyong dengan banderol €25 juta atau sekitar £22 juta. Angka tersebut tergolong murah untuk pemain berusia 22 tahun yang baru saja menuntaskan musim dengan torehan tujuh gol dan empat assist di semua kompetisi. Julukan "luar biasa" sempat disematkan oleh pemandu bakat Jacek Kulig, dan catatan itu cukup untuk membuatnya dilirik klub-klub Inggris.
Bagi Everton, langkah ini menjadi krusial. Di bawah asuhan David Moyes, The Toffees hanya terpaut empat poin dari zona Eropa—tepatnya Europa Conference League—pada akhir musim. Namun, performa Thierno Barry yang dibeli mahal musim lalu dinilai belum konsisten. Meski Barry mencetak lebih banyak gol, data menunjukkan Etta Eyong unggul dalam jumlah tembakan per pertandingan dan ekspektasi gol (xG). Artinya, pemain Kamerun itu memiliki potensi ancaman yang lebih besar ke depan.
Sementara itu, Tottenham tidak punya banyak pilihan. Setelah finis di posisi ke-17 dua musim beruntun dan nyaris terdegradasi, klub asal London Utara itu wajib berbenah. Ambisi Eropa menjadi target utama, dan Etta Eyong dianggap sebagai investasi jangka panjang yang terjangkau. Tanpa Barcelona, persaingan kini hanya menyisakan dua kandidat kuat dari Inggris.
Konteks Indonesia: Meski tidak ada pemain Asia Tenggara yang terlibat langsung, pergerakan bursa transfer Premier League selalu menarik perhatian penggemar sepak bola Tanah Air. Everton dan Tottenham memiliki basis suporter besar di Indonesia, dan persaingan keduanya kerap menjadi bahan diskusi di media sosial. Harga €25 juta yang relatif murah juga bisa menjadi tolok ukur bagi klub-klub Eropa saat merekrut pemain muda potensial dari liga sekunder seperti La Liga.
Menurut analis pasar transfer, keputusan Barcelona mundur justru menguntungkan kedua klub Inggris. "Tanpa tekanan dari raksasa Catalan, Levante tidak punya banyak daya tawar. Harga €25 juta bisa jadi lebih murah jika negosiasi berjalan alot," ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya. Namun, tantangan terbesar adalah meyakinkan pemain yang sempat mengidolakan Barcelona untuk pindah ke Inggris.
Pertanyaan besarnya: apakah Etta Eyong siap bersaing di Premier League yang lebih keras? Atau justru ia akan menjadi 'pembelian musim panas' yang terlupakan? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti—duel Everton vs Tottenham di bursa transfer kali ini layak ditunggu.



