Jimmy Napitupulu: Dari Striker PSPS ke Wasit Legendaris Berjuluk Collina Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Jimmy Napitupulu, mantan striker PSPS Pekanbaru, memilih jalur wasit setelah lulus sarjana hukum UKI, bukan menjadi pengacara.
- Karier wasitnya dimulai dari level kabupaten pada 1995, naik ke provinsi, nasional, hingga memimpin Liga Bank Mandiri pada 2000.
- Julukan Pierluigi Collina dari Indonesia melekat berkat ketegasannya di lapangan, mirip wasit legendaris asal Italia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/947230/original/080797700_1438786131-Jimmy_Napitupulu.jpg)
Jimmy Napitupulu, pria 60 tahun yang namanya pernah harum di dunia perwasitan nasional, bukanlah sosok yang lahir dari jalur konvensional. Bergelar sarjana hukum, ia justru memilih karier sebagai wasit sepak bola, sebuah keputusan yang membuatnya dijuluki Pierluigi Collina dari Indonesia.
Perjalanan Jimmy dimulai jauh sebelum ia memimpin laga-laga panas. Di bangku SMA, ia adalah striker andalan PSPS Pekanbaru di Piala Suratin 1985. Sayang, ambisinya membawa tim ke level nasional kandas setelah kalah dari PSP Padang. Tamat SMA, ia merantau ke Jakarta dan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI). Di kampus, ia tetap aktif bermain bola di Liga Mahasiswa, berbagi lapangan dengan nama-nama seperti Fakhri Husaini dan Marsely Tambayong.
Setelah lulus dan meraih gelar SH, Jimmy tidak melangkah ke meja hijau pengadilan. Ia memilih lapangan hijau. "Sama aja sebenarnya. Pengacara beracara di meja hijau. Wasit beracaranya lapangan hijau. Dan semuanya sudah ada hukumnya," ujarnya dalam kanal YouTube Sport77. Baginya, hukum sepak bola (law of the game) tak kalah rumit dari kitab undang-undang hukum perdata atau pidana.
Karier wasitnya dimulai dari bawah. Tahun 1995 ia menjadi wasit asosiasi kabupaten, setahun kemudian naik ke provinsi, dan 1997 resmi menjadi wasit nasional. Puncaknya, pada 2000 ia memimpin laga-laga Liga Bank Mandiri. Di era itu, ia kerap mendapat intimidasi pemain, tetapi tidak pernah gentar. Ketegasannya membuat banyak pihak menyamakannya dengan Pierluigi Collina, wasit legendaris asal Italia yang terkenal dengan tatapan tajam dan keputusan tanpa kompromi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Jimmy menjadi cermin langkanya wasit berlatar pendidikan hukum. "Ini unik. Biasanya wasit berasal dari mantan pemain atau pelatih, bukan sarjana hukum. Tapi justru latar belakang itu yang membuatnya paham aturan dan tidak mudah dipengaruhi," kata analis sepak bola nasional, Andi Surya. Menurutnya, wasit seperti Jimmy bisa menjadi model pembinaan perwasitan ke depan, di mana pemahaman regulasi sama pentingnya dengan fisik.
Kini di usia 60 tahun, Jimmy telah pensiun dari dunia perwasitan. Namun, jejaknya masih dikenang. Pertanyaan yang mengemuka: akankah sepak bola Indonesia kembali melahirkan wasit sekaliber Jimmy Napitupulu, yang tidak hanya tegas tetapi juga berintegritas tinggi?



