Atalanta Cetak Rekor Penjualan Lagi: Ederson ke Manchester United €50 Juta
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Brasil Ederson resmi bergabung dengan Manchester United dengan nilai transfer €50 juta, menjadikannya penjualan termahal kelima dalam sejarah Atalanta.
- Kesuksesan Atalanta dalam menjual pemain dengan harga tinggi setiap tahun menunjukkan model bisnis klub yang berkelanjutan, dengan keuntungan besar dari pengembangan pemain.
- Transfer ini mempertegas dominasi klub Italia dalam mencetak laba dari bursa pemain, menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam mengelola aset pemain.

Manchester United kembali berbelanja di Serie A. Kali ini, klub asal Inggris itu mengamankan jasa gelandang Atalanta, Ederson, dengan nilai transfer mencapai €50 juta termasuk bonus. Kesepakatan ini tidak hanya memperkuat lini tengah Setan Merah, tetapi juga menjadi bukti lain dari strategi transfer jitu klub asal Bergamo tersebut.
Atletico Madrid sebenarnya lebih dulu mencapai kesepakatan personal dengan pemain berusia 25 tahun itu. Namun, klub La Liga tersebut gagal memenuhi banderol €50 juta yang dipatok Atalanta. Manchester United memanfaatkan celah ini dengan menyamakan tawaran gaji Atletico dan mengajukan paket transfer €45 juta plus €5 juta bonus. Langkah cepat ini membawa Ederson ke Old Trafford.
Bagi Atalanta, penjualan ini menempati posisi kelima terbesar dalam sejarah klub, melampaui transfer Alessandro Bastoni ke Inter Milan senilai €40,7 juta pada 2017. Prestasi ini semakin mengesankan mengingat Atalanta hanya mengeluarkan €22,9 juta untuk merekrut Ederson dari Salernitana pada musim panas 2022. Dalam waktu tiga tahun, nilai sang pemain naik lebih dari dua kali lipat.
Atalanta telah menjadi kiblat bagi banyak klub Italia dalam hal keseimbangan antara prestasi lapangan dan keuntungan finansial. Dalam lima tahun terakhir, klub asuhan Gian Piero Gasperini selalu menjual setidaknya satu pemain dengan harga minimal €50 juta per musim. Penjualan terbesar mereka juga terjadi ke Manchester United, ketika Rasmus Hojlund dilepas dengan harga €79,8 juta pada 2023. Disusul Mateo Retegui ke Al-Qadsiah (€61,75 juta), Teun Koopmeiners ke Juventus (€58,4 juta), dan Cristian Romero ke Tottenham Hotspur (€53,8 juta) pada 2022. Bahkan penjualan Ademola Lookman ke Atletico Madrid pada Januari 2026 menghasilkan €35 juta.
Model bisnis ini memungkinkan Atalanta untuk terus berinvestasi pada pemain muda dan mempertahankan daya saing di Serie A serta Eropa. Bagi Indonesia, strategi Atalanta menawarkan pelajaran berharga. Klub-klub Tanah Air sering kali kesulitan memaksimalkan nilai jual pemain karena minimnya pengembangan dan negosiasi. Pendekatan Atalanta—membeli pemain potensial dengan harga wajar, mengasah kemampuannya, lalu menjual di puncak nilai—bisa menjadi cetak biru bagi klub-klub Liga 1.
Dengan tambahan Ederson, Manchester United mendapatkan gelandang bertahan bertipe box-to-box yang tangguh. Namun, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Atalanta mempertahankan performa timnya setelah kehilangan pemain kunci setiap musim? Atau justru siklus ini akan terus berlanjut, menjadikan mereka mesin pencetak uang paling efisien di Italia?



