Aston Villa Incar Jadon Sancho: Reuni Emery dengan Anak Emas yang Terbuang?
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa mempertimbangkan transfer permanen Jadon Sancho setelah pemain Manchester United itu menjalani masa peminjaman di Villa Park musim 2025-26.
- Sancho, yang digaji Β£200.000 per pekan, kontraknya habis musim panas ini dan MU tidak berniat memperpanjang, membuka peluang Villa mendapatkan pemain berstatus bebas transfer.
- Meski performa Sancho di Villa Park belum maksimal (0 gol, 2 assist dalam 23 laga Premier League), Unai Emery masih menganggapnya sebagai pemain fantastis dan ingin mempertahankannya.
Aston Villa dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan merekrut Jadon Sancho secara permanen dari Manchester United. Pemain sayap berusia 26 tahun itu sebelumnya menghabiskan musim 2025-26 dengan status pinjaman di Villa Park dan berhasil mencuri hati manajer Unai Emery, yang menyebutnya sebagai pemain "fantastis".
Kabar ini muncul di tengah musim yang gemilang bagi Aston Villa. Tim asal Birmingham itu berhasil mengakhiri puasa gelar dengan menjuarai Liga Europa, sekaligus finis di posisi keempat Premier League setelah mengalahkan Manchester City 2-1 di laga pamungkas. Emery, yang mendapat jatah dana belanja Β£100 juta untuk musim panas ini, tengah membidik sejumlah pemain depan, termasuk Harvey Barnes dan kini Sancho.
Menurut laporan Sports Boom, Villa serius mengejar Sancho setelah pemain internasional Inggris itu menunjukkan ketertarikan untuk bertahan di Villa Park. Sancho, yang mengantongi 23 caps bersama Timnas Inggris, saat ini menerima gaji Β£200.000 per pekan di Manchester United. Kontraknya akan habis pada akhir musim panas ini, dan Setan Merah dikabarkan tidak berniat memperpanjang masa baktinya.
Meski demikian, catatan performa Sancho selama masa peminjaman belum sepenuhnya meyakinkan. Dalam 23 penampilan Premier League, ia hanya mencatatkan dua assist tanpa satu gol pun. Bahkan, dalam laga kontra Sunderland bulan lalu, Sancho hanya bermain selama sepuluh menit dan disebut-sebut bertanggung jawab atas dua gol lawan, meskipun Emery membantah tuduhan tersebut. "Kesalahannya bukan penyebab utama dari kedua gol Sunderland," tegas Emery kala itu.
Namun, Emery tetap memendam kepercayaan pada Sancho. Sejak Februari lalu, ia sudah memberikan sinyal positif. "Dia pemain fantastis. Jika dia bermain dengan performa terbaiknya, kami pasti menginginkannya," ujar pelatih asal Spanyol itu. Sayangnya, persaingan untuk mendapatkan tanda tangan Sancho juga datang dari Crystal Palace, Bournemouth, dan Brentford.
Bagi Aston Villa, merekrut Sancho bukan sekadar menambah amunisi serangan. Ini juga menjadi ujian bagi kemampuan Emery dalam memulihkan performa pemain yang sempat redup. Sancho, yang pernah menjadi bintang muda di Borussia Dortmund, gagal memenuhi ekspektasi di Old Trafford sejak didatangkan dengan harga mahal pada 2021. Kini, kesempatan kedua di Villa Park bisa menjadi titik balik kariernya.
Di sisi lain, keputusan Manchester United untuk melepas Sancho tanpa biaya menunjukkan bahwa klub tidak lagi percaya pada potensinya. Bagi Villa, ini adalah peluang dengan risiko rendah. Jika Sancho mampu kembali ke performa terbaiknya, Emery akan mendapatkan pemain sayap kelas dunia dengan harga murah. Namun, jika gagal, Villa hanya kehilangan gaji pemain yang mungkin tidak sebanding dengan kontribusinya.
Pertanyaan besarnya: akankah Sancho mampu menjawab kepercayaan Emery dan membayar mahar yang diinvestasikan Villa? Atau justru ia akan kembali menjadi pemain yang tenggelam di klub baru? Hanya waktu yang akan membuktikan apakah reuni ini akan berakhir manis atau pahit.



