Ramsey Ikuti Jejak Arteta: Gelandang Legendaris Wales Siap Jadi Manajer
Baca dalam 60 detik
- Aaron Ramsey, mantan bintang Arsenal dan Wales, tengah menempuh lisensi kepelatihan profesional bersama FAW, terinspirasi oleh rekan setimnya dulu, Mikel Arteta.
- Ramsey, yang pensiun pada April lalu, telah merasakan peran sebagai pelatih sementara Cardiff City dan staf Craig Bellamy, dan kini siap mengambil tanggung jawab penuh.
- Kisah Ramsey menunjukkan bahwa jalur dari pemain top ke manajer sukses dapat ditempuh, membuka peluang bagi pesepakbola Indonesia yang ingin beralih profesi.

Aaron Ramsey, mantan gelandang Arsenal dan kapten timnas Wales, mengaku terinspirasi oleh Mikel Arteta saat ia mulai merintis karier sebagai pelatih. Pemain berusia 35 tahun itu kini tengah menempuh lisensi kepelatihan profesional (UEFA Pro Licence) bersama Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW), jalur yang sama yang pernah dilalui Arteta satu dekade lalu.
Arteta, yang kini menukangi Arsenal, baru saja membawa timnya meraih gelar Premier League dan melaju ke final Liga Champions. Ramsey melihat pencapaian tersebut sebagai bukti bahwa kerja keras dan dedikasi dapat mengantarkan seorang mantan pemain ke puncak dunia kepelatihan. “Ini menginspirasi karena Mikel berada di posisi yang sama seperti saya sekarang, memulai perjalanannya sekitar 10 tahun lalu. Melihatnya kini mengangkat trofi Premier League dan bermain di final Liga Champions memberi motivasi besar,” ujar Ramsey.
Ramsey menghabiskan 11 tahun bersama Arsenal, dengan tiga gelar Piala FA dan satu kali runner-up Premier League pada 2016. Setelah meninggalkan London utara, ia merumput di Juventus, Rangers, Nice, dan kembali ke Cardiff City, sebelum akhirnya menutup karier bermainnya di Pumas UNAM Meksiko tahun lalu. Pada musim 2024-2025, ia sempat menjadi pelatih sementara Cardiff City dalam tiga laga terakhir Championship, meski gagal menyelamatkan klub dari degradasi.
Kini, setelah beristirahat sejak September lalu, Ramsey mengaku siap kembali ke dunia sepak bola dengan peran baru. “Saya merasa siap untuk melatih, mengelola, dan menjadi inspirasi bagi sekelompok pemain. Tapi semua tergantung pada kesempatan yang ada,” katanya. Ia juga telah bergabung dengan staf Craig Bellamy di timnas Wales secara informal dalam beberapa bulan terakhir.
Keputusan Ramsey untuk beralih ke dunia kepelatihan menjadi contoh nyata bahwa karier pesepakbola tidak berakhir saat gantung sepatu. Di Indonesia, fenomena serupa mulai terlihat dengan beberapa mantan pemain timnas yang merambah kursi pelatih, seperti Bima Sakti dan Indra Sjafri. Namun, masih sedikit yang memiliki lisensi kepelatihan tertinggi atau pengalaman di level elite Eropa. Ramsey, dengan pengalaman bermain di Premier League, Serie A, dan Ligue 1, membawa perspektif global yang bisa menjadi referensi bagi pengembangan kepelatihan di Tanah Air.
Ramsey menegaskan bahwa hasratnya terhadap sepak bola tidak pernah padam. “Bukan dalam DNA saya untuk hanya bersantai. Penting memiliki tujuan dalam hidup,” ujarnya. Dengan tekad yang kuat dan jejak langkah Arteta sebagai panutan, Ramsey siap menulis babak baru dalam kariernya. Pertanyaannya kini: klub mana yang akan memberi kesempatan pertama bagi legenda Wales ini untuk membuktikan diri di bangku pelatih?



