Kapal Induk China Liaoning Kembali Terdeteksi di Perairan Dekat Jepang, Jet Tempur Lakukan Manuver
Baca dalam 60 detik
- Kapal induk Liaoning milik China terpantau di barat daya Okinotori, Jepang, dengan aktivitas lepas landas dan pendaratan pesawat.
- Kementerian Pertahanan Jepang mencatat ini adalah pertama kalinya pergerakan Liaoning diumumkan sejak Desember tahun lalu.
- Langkah China ini dinilai sebagai bagian dari latihan rutin di Pasifik Barat yang kerap memicu respons pengawasan dari negara tetangga.

Kapal induk andalan China, Liaoning, kembali menjadi sorotan setelah terdeteksi tengah berlayar di perairan barat daya Pulau Okinotori, titik paling selatan Jepang. Kementerian Pertahanan Jepang pada Selasa (27/5) mengonfirmasi bahwa helikopter dan jet tempur telah terlihat melakukan lepas landas serta pendaratan di atas kapal tersebut.
Menurut laporan resmi, Liaoning bergerak bersama empat kapal lainnya, termasuk dua kapal perusak berpeluru kendali. Posisi kapal induk itu terpantau sekitar 880 kilometer dari Okinotori pada Senin siang waktu setempat. Kementerian Pertahanan Jepang menyebut pengamatan terhadap manuver pesawat dilakukan pada hari berikutnya.
Beijing sebelumnya telah mengumumkan bahwa Liaoning akan menuju Pasifik Barat untuk menjalani latihan militer, sebagaimana dilaporkan kantor berita Xinhua. Ini merupakan kali pertama sejak Desember lalu Kementerian Pertahanan Jepang secara resmi mengumumkan pergerakan kapal induk tersebut.
Aktivitas Liaoning di perairan internasional ini menyoroti meningkatnya frekuensi patroli jarak jauh Angkatan Laut China. Para analis menilai langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Beijing untuk memperluas jangkauan operasional dan menguji ketahanan logistik armadanya. Bagi Jepang, setiap pergerakan kapal induk China di dekat wilayahnya selalu menjadi perhatian keamanan yang serius.
Ke depannya, pengawasan berkelanjutan oleh Jepang dan sekutunya kemungkinan akan terus berlangsung seiring dengan ambisi China untuk memiliki lebih banyak kapal induk dan memperkuat kehadirannya di Pasifik. Situasi ini menambah dinamika persaingan maritim di kawasan yang sudah kompleks.



