Misteri Pangkalan Militer AS yang Hilang di Bawah Es Greenland: Pelajaran Strategis di Balik Ambisi Trump
Baca dalam 60 detik
- Camp Century, pangkalan rahasia AS di Greenland yang dibangun tahun 1959, kini terkubur es dan menyimpan inti es yang mengungkap sejarah iklim serta tantangan eksploitasi sumber daya.
- Mencairnya lapisan es Greenland akibat pemanasan global justru mempersulit akses ke mineral langka, bukan memudahkan seperti yang dibayangkan banyak pihak.
- Ambisi teritorial Donald Trump terhadap Greenland memicu ketegangan diplomatik dengan Denmark dan Greenland, namun realitas geologis dan logistik membatasi potensi ekonominya.

Pada musim panas 1959, sekelompok tentara Amerika Serikat mulai menggali parit di lapisan es Greenland. Parit-parit itu kemudian menjadi terowongan bersalju Camp Century, sebuah pangkalan penelitian rahasia di Arktik yang ditenagai reaktor nuklir. Terletak sekitar 240 kilometer dari Thule (kini Pituffik), pangkalan militer utama AS di barat laut Greenland, Camp Century beroperasi selama enam tahun sebelum ditinggalkan pada 1966 karena biaya perawatan yang membengkak.
Kini, di tengah memanasnya kembali isu Greenland akibat pernyataan Presiden AS Donald Trump yang ingin membeli pulau tersebut, kisah Camp Century menjadi pengingat akan kompleksitas strategis kawasan itu. Greenland memang kaya akan mineral langka, dan mencairnya es akibat pemanasan global seolah membuka peluang eksploitasi. Namun, menurut Paul Bierman, ahli geologi dari University of Vermont, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Bierman menjelaskan bahwa meskipun es mencair, akses ke mineral justru menjadi lebih sulit karena infrastruktur yang diperlukan untuk pertambangan di lingkungan Arktik sangat mahal dan rumit. Sejarah Camp Century menunjukkan bahwa membangun dan mempertahankan instalasi di Greenland membutuhkan sumber daya besar, dan pangkalan itu sendiri akhirnya ditinggalkan karena alasan biaya. "Ini bukan sekadar masalah cuaca, tapi juga logistik dan geologi," ujar Bierman dalam wawancara dengan The Conversation Weekly.
Ambisi Trump untuk menguasai Greenland menuai kritik dari Denmark dan pemerintah setempat yang menegaskan bahwa pulau itu tidak untuk dijual. Namun, di balik retorika politik, terdapat kenyataan bahwa Greenland memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar daripada sekadar mineral. Posisinya di Arktik menjadikannya titik kunci untuk pengawasan militer dan navigasi, terutama dengan mencairnya es yang membuka jalur pelayaran baru. Camp Century sendiri merupakan bukti betapa AS telah lama memandang Greenland sebagai aset strategis sejak Perang Dunia II.
Ke depannya, perdebatan tentang Greenland tidak hanya akan berkisar pada klaim teritorial, tetapi juga pada bagaimana perubahan iklim mengubah lanskap geopolitik dan ekonomi di kawasan Arktik. Inti es dari Camp Century, yang kini kembali diteliti, dapat memberikan wawasan penting tentang kecepatan pencairan es dan implikasinya bagi dunia.