Jennifer Hudson Kembali Menulis Lagu: 'Suara Saya, Kata-Kata Saya'
Baca dalam 60 detik
- Jennifer Hudson menyatakan siap kembali menulis musik setelah hampir 20 tahun lebih fokus pada akting dan acara televisi.
- Ia menyebut nasihat Carole King dan Aretha Franklin sebagai pendorong untuk menggunakan suaranya dengan kata-katanya sendiri.
- Penampilan lagu 'Invisible' dalam tur musim panas memicu emosi dan menandai fase baru karier musiknya.

Penyanyi sekaligus aktris Jennifer Hudson mengumumkan kesiapannya kembali menulis lagu setelah bertahun-tahun lebih banyak menghabiskan waktu di dunia akting dan menjadi pembawa acara televisi. Perempuan 45 tahun itu menyebut fase baru ini sebagai momen menempatkan diri sendiri di depan setelah putranya, David Otunga Jr., beranjak remaja.
Dalam wawancara dengan Variety, Hudson mengungkapkan bahwa ia kini memiliki lebih banyak ruang untuk dirinya sendiri. "Ini babak di mana saya mengutamakan diri saya. Saya hampir menjadi empty nester, dan saya berpikir, 'Wah, saya akan mendapatkan banyak waktu kembali. Apa yang akan saya lakukan dengan waktu itu? Bagaimana Anda menginvestasikannya untuk diri sendiri?'" ujarnya. Ia mengaku selama ini sangat disiplin, tetapi kini mulai mempertanyakan bagaimana rasanya mengambil ruang lebih besar bagi diri sendiri.
Hudson menegaskan bahwa ia hanya menulis ketika ada sesuatu yang benar-benar ingin disampaikan. "Ini waktunya untuk suara saya. Carole King dan Aretha Franklin keduanya pernah berkata kepada saya, 'Gunakan suaramu.' Itu tidak pernah hilang dari saya. Dan ketika saya menggunakan suara saya kali ini, itu akan dengan kata-kata saya sendiri," tuturnya.
Inspirasi untuk kembali bermusik datang dari putranya yang bercita-cita menjadi musisi, serta pasangannya, penyanyi Grammy Award, Common. Hudson berjanji akan tetap autentik di fase karier terbarunya. "Apa yang datang dari hati akan sampai ke hati. Yang nyata akan bergema. Jika Anda tidak menaruh makna di dalamnya, itu hanya demo dari nada-nada yang benar," jelasnya.
"Saya hanya menulis ketika ada sesuatu yang benar-benar ingin saya katakan, dan ini waktunya untuk suara saya. Carole King dan Aretha Franklin keduanya berkata, 'Gunakan suaramu.' Itu tidak pernah hilang. Dan ketika saya menggunakan suara saya kali ini, itu akan dengan kata-kata saya sendiri." โ Jennifer Hudson
Selain menyiapkan materi baru, Hudson juga menengok kembali lagu-lagu lamanya. Pada pemberhentian terakhir tur musim panas 16 kota bersama Josh Groban, ia membawakan 'Invisible' dari album debut self-titled-nya (2008). Lagu itu memiliki lirik yang kuat: "And now I'm gonna live my life for me, 'cause this ain't how it's supposed to be. No more standing in the back of the line, 'cause I'm invisible for the last time."
Mengenai penampilan tersebut, Hudson mengaku sempat terbawa emosi. "Saya menjadi emosional di tengah lagu. Lagu ini sudah hampir 20 tahun, tapi rasanya berbeda, seperti kata anak-anak sekarang. Dan saya tidak sabar untuk menyanyikannya lagi," ujarnya.
Kembalinya Hudson ke dapur rekaman bisa menjadi penanda penting di industri musik global. Setelah lebih dari satu dekade lebih dikenal sebagai aktris peraih Oscar dan pembawa acara talk show, langkah ini menunjukkan bahwa ia ingin mempertegas identitasnya sebagai penyanyi-penulis lagu. Di tengah pasar musik yang semakin didominasi oleh kolaborasi lintas genre dan musisi muda, kehadiran Hudson dengan pendekatan personal dan autentik berpotensi menyegarkan lanskap musik pop-soul.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini membuka peluang untuk menyaksikan sisi lain Hudson yang lebih intim. Meski belum ada rencana tur ke Asia Tenggara, antusiasme terhadap musisi yang mampu menyuarakan pengalaman personal dan pemberdayaan diri tetap tinggi. Lagu-lagu seperti 'Invisible' kerap menjadi anthem bagi mereka yang merasa terpinggirkan, dan karya baru Hudson diharapkan dapat menyentuh pendengar dengan pesan serupa.
Dengan komitmen untuk menulis sendiri dan menyuarakan pengalaman pribadinya, Jennifer Hudson tampaknya siap memasuki babak baru yang lebih reflektif. Akankah ia mampu mengulang kesuksesan komersial seperti di awal karier, atau justru menemukan ceruk baru sebagai penyanyi yang lebih matang dan berani? Publik menantikan jawabannya melalui karya yang akan datang.



