Sir Alex Ferguson Akui Menyesal Tak Merekrut Frank Lampard ke Manchester United
Baca dalam 60 detik
- Sir Alex Ferguson secara terbuka mengungkapkan penyesalannya karena gagal mendatangkan Frank Lampard dari West Ham ke Manchester United.
- Lampard, yang kini menjadi pencetak gol terbanyak ketujuh sepanjang sejarah Premier League, dianggap Ferguson sebagai gelandang dengan naluri mencetak gol langka.
- Keputusan West Ham mempertahankan Lampard dan langkah Chelsea merekrutnya menjadi salah satu 'yang lolos' paling ikonik dalam sejarah transfer Premier League.

Sir Alex Ferguson, manajer legendaris Manchester United, secara blak-blakan mengakui bahwa ia menyesal tidak pernah merekrut Frank Lampard saat gelandang tersebut masih membela West Ham United. Pernyataan ini disampaikan Ferguson dalam sebuah wawancara menjelang laga antara Manchester United dan Chelsea pada 2013, saat Lampard baru saja menembus 200 gol untuk Chelsea di semua kompetisi.
Ferguson memuji Lampard sebagai pemain yang luar biasa dan menyebut pencapaian 200 gol dari lini tengah sebagai sesuatu yang fenomenal. "Saya rasa tidak akan ada gelandang lain yang bisa mencetak 200 gol lagi. Itu luar biasa. Kami sempat mengincarnya saat ia masih muda di West Ham. Saya rasa sekarang saya menyesal tidak melakukannya. Di mana lagi saya bisa mendapatkan 200 gol?" ujar Ferguson, seperti dikutip dari berbagai sumber.
Lampard, yang kini menjadi pencetak gol terbanyak ketujuh sepanjang sejarah Premier League, memiliki rekor mencetak gol dua digit dalam sepuluh musim beruntun di liga—sebuah pencapaian yang hampir mustahil untuk seorang gelandang tengah. Ferguson membandingkan kemampuan Lampard dengan legenda Manchester United, Bryan Robson, terutama dalam hal timing masuk ke kotak penalti untuk menyelesaikan peluang.
Keputusan West Ham untuk mempertahankan Lampard pada awal kariernya, dan langkah Chelsea yang berani mengambilnya, menjadi salah satu momen transfer paling berpengaruh di era Premier League. Mantan kapten Chelsea, John Terry, yang pernah bermain bersama Lampard, menyebutnya sebagai pemain terbaik dalam sejarah klub, mengalahkan nama-nama besar seperti Gianfranco Zola.
Penyesalan Ferguson ini menjadi pengingat betapa pentingnya ketajaman dalam membaca potensi pemain muda. Lampard, yang kemudian menjadi ikon Chelsea dan pelatih di beberapa klub, membuktikan bahwa naluri mencetak gol dari lini tengah adalah komoditas langka yang bisa mengubah sejarah sebuah klub. Hingga kini, namanya masih dikenang sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Premier League.



