Menteri Pertahanan China Diprediksi Kembali Absen di Shangri-La Dialogue 2025
Baca dalam 60 detik
- Menteri Pertahanan China Dong Jun diperkirakan tidak hadir dalam Shangri-La Dialogue di Singapura untuk kedua kalinya berturut-turut, menurut sumber terpercaya.
- Ketidakhadiran ini berpotensi menghambat pertemuan bilateral dengan mitra AS dan mengurangi peluang dialog langsung di sela-sela forum keamanan regional.
- Forum edisi ke-23 ini dijadwalkan berlangsung 29 Meiโ1 Juni, dengan pidato utama dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Presiden Vietnam To Lam.
Menteri Pertahanan China, Dong Jun, diprediksi kembali tidak menghadiri Shangri-La Dialogue (SLD) yang akan digelar di Singapura pada akhir pekan ini. Informasi tersebut disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui rencana delegasi Beijing. Jika benar, ini akan menjadi tahun kedua berturut-turut China tidak mengirimkan menteri pertahanannya ke forum keamanan terkemuka di Asia tersebut.
Sebagai gantinya, China diperkirakan akan mengirim delegasi tingkat rendah dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Tahun lalu, delegasi China dipimpin oleh Mayor Jenderal Hu Gangfeng, Wakil Presiden Universitas Pertahanan Nasional. Hingga kini, Kementerian Pertahanan China belum memberikan tanggapan resmi atau mengumumkan komposisi delegasi untuk SLD 2025.
Ketidakhadiran Dong Jun tidak hanya memutus tradisi kehadiran menteri pertahanan China yang sempat terjaga selama tiga tahun berturut-turut sebelum 2024, tetapi juga berpotensi menggagalkan pertemuan bilateral antara pimpinan pertahanan China dan Amerika Serikat. Pertemuan semacam itu biasanya terjadi di sela-sela forum, seperti yang sempat berlangsung pada 2024. Padahal, dalam kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing awal bulan ini, Presiden Xi Jinping menekankan pentingnya memanfaatkan saluran komunikasi militer antara kedua negara. Kementerian Pertahanan China pun menyatakan kesiapan untuk memperkuat dialog dengan Washington.
Isu Taiwan diprediksi menjadi salah satu topik hangat dalam forum tahun ini. Beijing secara konsisten meningkatkan aktivitas militer di sekitar pulau tersebut, termasuk mengirimkan pesawat tempur hampir setiap hari dan menggelar empat latihan militer besar-besaran sejak Mei 2024. Dalam pertemuan dengan Trump, Xi menegaskan bahwa Taiwan adalah isu paling krusial dalam hubungan bilateral dan meminta AS menanganinya dengan sangat hati-hati.
Selain Taiwan, ketegangan di Laut China Selatan juga akan menjadi sorotan. China memiliki klaim teritorial yang tumpang tindih dengan sejumlah negara Asia Tenggara, terutama Filipina. Bentrokan berulang antara kapal China dan Filipina di perairan sengketa telah meningkatkan ketegangan di kawasan. Forum juga diperkirakan akan membahas operasi militer AS-Israel terhadap Iran yang telah memasuki bulan ketiga, meskipun agenda utama tetap berfokus pada keamanan regional.
Presiden Vietnam To Lam dijadwalkan menyampaikan pidato utama pada hari Jumat (30/5) sebagai pembuka forum. Kehadiran pemimpin Vietnam ini menandai pentingnya peran negara-negara ASEAN dalam menjaga stabilitas kawasan.
Absennya Dong Jun untuk kedua kalinya menimbulkan pertanyaan tentang komitmen China terhadap diplomasi keamanan multilateral di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Meskipun Beijing masih memiliki peluang untuk mengubah keputusan, hingga saat ini belum ada indikasi perubahan rencana. Para pengamat menilai bahwa langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa China lebih memilih pendekatan yang lebih hati-hati dalam forum internasional, atau justru sebaliknya, menunjukkan sikap defensif terhadap tekanan yang diterima di forum-forum sebelumnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7221281/original/074803200_1780008812-HJcLJQVaQAAbN3D.jpg)

