Singapura-Vietnam Perkuat Poros Manufaktur Canggih: Pusat Riset Baru dan Komitmen Rantai Pasok
Baca dalam 60 detik
- Singapura dan Vietnam meluncurkan pusat riset manufaktur maju di kawasan VSIP, bagian dari penguatan kemitraan strategis komprehensif kedua negara.
- Investasi Singapura sebesar S$37 miliar dalam riset dan inovasi berpadu dengan resolusi nasional Vietnam untuk mendorong transformasi digital dan semikonduktor.
- Kedua negara juga menegaskan komitmen menjaga ketahanan rantai pasok dan keamanan pangan di tengah ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah.

Singapura dan Vietnam mengambil langkah konkret memperdalam kerja sama di bidang manufaktur canggih dan inovasi. Dalam kunjungan kenegaraan Presiden Vietnam To Lam ke Singapura, kedua negara mengumumkan pendirian pusat riset baru di Vietnam yang akan menjadi jembatan antara riset laboratorium dan aplikasi industri.
Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura yang juga menjabat Menteri Energi dan Teknologi, Tan See Leng, mengungkapkan bahwa pusat riset bernama Vietnam Advanced Manufacturing Research Centre akan dibangun di dalam kawasan Vietnam-Singapore Industrial Parks (VSIP). Fasilitas ini akan memungkinkan perusahaan di Vietnam menguji dan menerapkan solusi manufaktur canggih di lingkungan industri nyata, mempercepat komersialisasi hasil riset.
Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif yang diumumkan selama kunjungan Presiden To Lam, yang juga bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman, termasuk perjanjian kerja sama riset antara A*STAR Advanced Remanufacturing and Technology Centre milik Singapura dengan pengembang kawasan industri Vietnam, Becamex IDC.
Dalam pidatonya di acara Vietnam-Singapore Tech Connect Initiative, Dr. Tan menekankan bahwa kedua negara memiliki komitmen besar dalam mengembangkan ekosistem inovasi. Singapura melalui rencana Research, Innovation and Enterprise 2030, sementara Vietnam melalui Resolusi No. 57 yang ambisius. "Kami melihat momentum kuat dalam pengembangan kecerdasan buatan Vietnam, bersamaan dengan upaya membangun ekosistem semikonduktor dan basis manufaktur canggih," ujar Dr. Tan.
Selain kerja sama teknologi, Singapura dan Vietnam juga menegaskan kembali komitmen mereka terhadap ketahanan rantai pasok dan keamanan pangan di tengah meningkatnya ketegangan global. Dalam pernyataan bersama, Dr. Tan dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, Le Manh Hung, menyatakan keprihatinan serius atas situasi di Timur Tengah dan dampaknya terhadap perdamaian serta stabilitas dunia. Kedua menteri menekankan pentingnya menjaga jalur laut dan jalur perdagangan tetap terbuka, serta memastikan bandara, pelabuhan, dan infrastruktur perdagangan vital lainnya beroperasi untuk meminimalkan gangguan arus perdagangan.
Di bidang pangan, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama, termasuk implementasi perjanjian perdagangan beras. "Kami menyadari pentingnya menghindari tindakan restriktif yang tidak perlu untuk mempromosikan perdagangan beras, yang merupakan komoditas esensial," demikian bunyi pernyataan bersama tersebut. Komitmen ini menjadi relevan bagi Indonesia sebagai sesama anggota ASEAN yang juga bergantung pada stabilitas pasokan pangan dan rantai pasok regional.
Kunjungan Presiden To Lam terjadi hanya setahun setelah hubungan bilateral kedua negara ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Sejak 2020, Singapura konsisten menjadi investor asing terbesar di Vietnam, menunjukkan kedalaman ikatan ekonomi kedua negara. Ke depan, kerja sama ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat posisi Vietnam sebagai pusat manufaktur regional, tetapi juga membuka peluang bagi perusahaan Indonesia yang ingin masuk ke rantai pasok global melalui kemitraan dengan ekosistem VSIP.
Presiden To Lam dijadwalkan memberikan pidato kunci pada pembukaan Shangri-La Dialogue, forum pertahanan dan keamanan terbesar di Asia, yang tahun ini dihadiri delegasi dari 44 negara termasuk Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Langkah ini menegaskan peran Vietnam yang semakin aktif dalam arsitektur keamanan regional, seiring dengan penguatan kapasitas teknologi dan industrinya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7511706/original/010647000_1780283924-IMG_0728.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7279720/original/047984000_1780065450-IMG-20260529-WA0182.jpg)
