Warisan Generasi: Berhalter dan Reyna Siap Harumkan Nama Ayah di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Sebastian Berhalter dan Gio Reyna resmi masuk skuad AS untuk Piala Dunia 2026, mengikuti jejak ayah mereka yang pernah membela timnas.
- Duo ini menjadi contoh langka father-son duo yang tampil di Piala Dunia, dengan Reyna berpeluang menjadi yang pertama bermain di kandang sendiri.
- Keduanya diharapkan menjadi kunci lini tengah AS yang minim kedalaman, terutama setelah performa kurang memuaskan di Qatar 2022.
Tim nasional Amerika Serikat (AS) untuk Piala Dunia 2026 akan memiliki nuansa nostalgia. Pelatih Mauricio Pochettino memanggil Sebastian Berhalter dan Gio Reyna, dua pemain yang tak hanya berteman sejak kecil, tetapi juga mewarisi darah sepak bola dari ayah mereka, Gregg Berhalter dan Claudio Reyna. Keduanya kini bersiap menorehkan sejarah di ajang empat tahunan yang akan digelar di kandang sendiri.
Reyna, gelandang serang berbakat, akan menjalani Piala Dunia keduanya meski menit bermainnya di Borussia Mรถnchengladbach terbatas. Sementara Berhalter menunjukkan kebangkitan impresif setelah tampil gemilang di Piala Emas Concacaf 2025 dan bersama Vancouver Whitecaps di MLS. Perjalanan mereka menjadi bukti bahwa kerja keras dan keyakinan dapat membawa mimpi menjadi kenyataan.
Fenomena ayah dan anak yang sama-sama tampil di Piala Dunia bukanlah hal baru. Nama-nama seperti Cesare dan Paolo Maldini, Jean dan Youri Djorkaeff, serta Danny dan Daley Blind telah lebih dulu mencatatkan prestasi serupa. Namun, keluarga Reyna akan mencatatkan keunikan tersendiri: menjadi duet ayah-anak pertama yang dipilih untuk Piala Dunia yang digelar di tanah air mereka sendiri. Claudio Reyna masuk skuad AS pada 1994 saat berusia 20 tahun, meski cedera hamstring menghalanginya bermain. Ia kemudian tampil di tiga edisi berikutnya dan menjadi kapten di Jerman 2006.
Bagi Berhalter, mengikuti jejak sang ayah adalah kebanggaan tersendiri. Gregg Berhalter bermain di Piala Dunia 2002 dan 2006, serta melatih AS di Qatar 2022. "Saya melihatnya berpartisipasi di tiga Piala Dunia, bermain di dua dan melatih satu. Mengikuti jejaknya adalah segalanya," ujar Sebastian kepada FIFA. "Sejak kecil saya bermimpi merasakan dukungan keluarga seperti yang ia dapatkan. Kini giliran saya."
Bagi Reyna, Piala Dunia 2026 juga menjadi ajang penebusan setelah di Qatar 2022 ia jarang dimainkan oleh Gregg Berhalter. "Ini mimpi sejak kecil. Saat mendengar Piala Dunia akan digelar di AS, saya langsung menjadikannya target," kata Reyna kepada FIFA. "Bermain di depan publik sendiri pasti spesial. Saya hanya perlu terus bekerja dan semuanya akan terbayar."
Pochettino percaya diri menghadapi lawan-lawan di Grup D, namun ia sadar bahwa kedalaman skuad di lini tengah menjadi kelemahan. Oleh karena itu, kontribusi Berhalter dan Reyna akan menjadi kunci jika AS ingin melaju jauh di turnamen yang digelar di kandang sendiri.



