Mbappe Klaim Status 'Penyerang Keempat' Usai Dicadangkan, Arbeloa Bantah
Baca dalam 60 detik
- Kylian Mbappe mengaku diberi tahu oleh pelatih Alvaro Arbeloa bahwa ia adalah pilihan keempat di lini depan Real Madrid setelah tampil sebagai pemain pengganti.
- Arbeloa membantah pernyataan Mbappe dan menegaskan keputusan tidak menurunkannya sejak awal murni karena pertimbangan kondisi fisik pasca cedera.
- Ketegangan ini muncul di tengah rumor kepindahan Jose Mourinho ke Bernabeu, yang dinilai bisa menjadi penengah antara pemain dan suporter.

Kylian Mbappe kembali menjadi sorotan setelah pernyataan kontroversialnya usai laga Real Madrid vs Real Oviedo, Kamis (3/4) dini hari WIB. Penyerang asal Prancis itu mengklaim bahwa pelatih Alvaro Arbeloa menyebutnya sebagai 'penyerang keempat' di skuad Los Blancos. Klaim ini langsung dibantah oleh Arbeloa yang menegaskan keputusan teknis semata-mata berdasarkan kondisi fisik pemain.
Mbappe yang baru pulih dari cedera hamstring dimasukkan pada menit ke-70 menggantikan Gonzalo Garcia, pemain jebolan akademi yang justru menjadi starter dan mencetak gol. Dalam wawancara usai pertandingan, Mbappe mengaku siap bermain sejak awal, namun Arbeloa memilih trio Vinicius Junior, Franco Mastantuono, dan Garcia. "Saya 100 persen fit. Pelatih bilang saya adalah pilihan keempat. Saya terima dan berusaha bermain sebaik mungkin," ujar Mbappe.
Arbeloa menolak versi Mbappe. Menurutnya, komunikasi pra-pertandingan telah dilakukan dan sang pemain mungkin salah mengartikan maksud sang pelatih. "Seorang pemain yang empat hari lalu tidak bisa duduk di bangku cadangan, tidak mungkin langsung menjadi starter. Ini bukan soal nama besar, tapi logika," tegas Arbeloa. Ia juga mengonfirmasi bahwa Mbappe akan menjadi starter pada laga berikutnya melawan Sevilla.
Insiden ini menjadi episode terbaru dari ketegangan antara Mbappe dan suporter Real Madrid. Sejak kedatangannya dengan status bebas transfer, ekspektasi sangat tinggi namun performa tim yang tanpa gelar dua musim beruntun membuatnya menjadi kambing hitam. Keputusannya berlibur ke Sardinia saat cedera juga menuai kritik. Mbappe sendiri mengaku tidak ambil pusing dengan cemoohan yang diterimanya. "Anda tidak bisa mengubah pikiran orang yang sedang marah. Ini adalah konsekuensi menjadi pemain Real Madrid," katanya.
Di tengah hiruk-pikuk ini, nama Jose Mourinho kembali mencuat sebagai calon pelatih anyar. Presiden Florentino Perez dikabarkan masih mengagumi Mourinho sejak era 2010-2013 dan ingin mendatangkannya untuk meredakan kekacauan di ruang ganti. Mourinho, yang kini menangani Benfica, enggan berkomentar banyak namun mengaku sedih melihat konflik antara Mbappe dan mantan anak asuhnya, Arbeloa. "Arbeloa adalah teman. Saya ingin semuanya berjalan baik untuknya," ujar Mourinho.
Ke depan, situasi ini menjadi ujian bagi Arbeloa dalam mengelola ego pemain bintang. Jika Mourinho benar-benar datang, dinamika ruang ganti Real Madrid diprediksi akan berubah drastis. Namun untuk saat ini, fokus tetap pada pertandingan melawan Sevilla yang akan menjadi ajang pembuktian bagi Mbappe untuk kembali ke starting eleven.



