Rangers Rekrut Lawrence Shankland: Calon Penyerang Utama Skotlandia di Piala Dunia?
Baca dalam 60 detik
- Lawrence Shankland bergabung dengan Rangers setelah musim gemilang bersama Hearts dengan 21 gol, memicu perdebatan tentang perannya di timnas Skotlandia.
- Statistik menunjukkan Shankland memiliki kontribusi gol setiap 104,8 menit, jauh lebih efisien dibanding penyerang Skotlandia lainnya seperti Dykes dan Adams.
- Perkembangan Shankland sebagai pemain yang lebih lengkap, termasuk kepemimpinan dan kecerdasan bermain, membuatnya kandidat kuat untuk menjadi ujung tombak Skotlandia di Piala Dunia 2026.

Kepindahan Lawrence Shankland dari Heart of Midlothian ke Rangers pada bursa transfer musim panas ini tidak hanya menjadi salah satu pergerakan paling signifikan di Liga Skotlandia, tetapi juga memicu pertanyaan besar: akankah pemain berusia 30 tahun ini menjadi penyerang utama Skotlandia di Piala Dunia 2026? Dengan 72 gol dalam 135 pertandingan bersama Hearts, Shankland telah membuktikan ketajamannya, namun perannya di tim nasional masih terbatas.
Di bawah asuhan Steve Clarke, Shankland lebih sering menjadi pemain pelapis. Dari 18 penampilan internasionalnya, hanya empat kali ia menjadi starter. Meski demikian, empat gol yang ia cetak untuk Skotlandia termasuk momen krusial saat mengamankan tiket Piala Dunia melawan Denmark di Hampden Park. Kini, dengan performa impresifnya bersama Hearts musim lalu—21 gol yang membawa timnya bersaing memperebutkan gelar hingga hari terakhir—tekanan untuk memberikan Shankland peran sentral semakin menguat.
Steven Naismith, yang pernah melatih Shankland di Hearts dan kini menjadi asisten pelatih Skotlandia, menilai sang pemain berada dalam performa terbaiknya. "Dua atau tiga tahun terakhir, perkembangannya melampaui sebagian besar pemain lain di skuad," ujar Naismith. "Dia menghadapi tantangan, bangkit kembali, dan musim lalu luar biasa. Menjelang Piala Dunia, mentalnya sangat siap untuk menjadi pemain penting."
Shankland dulunya dikenal hanya sebagai pencetak gol, namun Naismith menyoroti transformasinya menjadi striker yang lebih komplet. "Saat saya masih pemain, dia hanya penyelesai akhir. Sekarang, kecerdasan bermain dan kepemimpinannya kelas atas. Dia tidak hanya mencetak gol saat tim menang 3-0, tapi juga di momen-momen besar," tambah Naismith. Contoh nyata adalah saat melawan Belanda pada 2024, ketika Shankland memilih mengoper ke Scott McTominay daripada menembak—sebuah keputusan yang menunjukkan kedewasaan taktis.
Meskipun Clarke dikenal setia pada pemain yang sudah terbukti, seperti Lyndon Dykes atau Che Adams, statistik berbicara lain. Shankland tidak hanya lebih efisien dalam mencetak gol, tetapi juga menunjukkan peningkatan dalam aspek fisik, pergerakan tanpa bola, dan kerja sama tim. Jika Clarke bersedia mengandalkan data, Shankland memiliki argumen kuat untuk menjadi starter melawan Haiti pada 14 Juni mendatang.
Kepindahan ke Rangers juga bisa menjadi katalis. Bermain di klub besar dengan tekanan tinggi dan eksposur Eropa dapat semakin mematangkan Shankland. Dengan Piala Dunia yang tinggal beberapa bulan, semua mata tertuju pada apakah ia akan menjadi nomor sembilan andalan Skotlandia—atau kembali menjadi pemain cadangan.



