Mariano Peralta Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik BRI Super League 2025/2026, Meski Borneo FC Gagal Juara
Baca dalam 60 detik
- Mariano Peralta meraih gelar individu Pemain Terbaik BRI Super League 2025/2026 setelah mencetak 20 gol dan 14 assist dalam 34 pertandingan.
- Borneo FC harus puas sebagai runner-up karena kalah head-to-head dari Persib Bandung, meski memiliki selisih gol jauh lebih baik.
- Peralta mengaku bangga sekaligus kecewa karena target tim tidak tercapai, namun tetap mengapresiasi dukungan rekan setim dan staf.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461750/original/074970100_1767439018-Mariano_Peralta.jpg)
Mariano Peralta, winger asal Argentina milik Borneo FC, resmi menyandang gelar Pemain Terbaik BRI Super League 2025/2026. Penghargaan individu tertinggi di kompetisi sepak bola Indonesia itu ia terima di tengah kekecewaan karena timnya gagal membawa pulang trofi juara. Persib Bandung memastikan gelar ketiga beruntun setelah bermain imbang 0-0 dengan Persijap Jepara pada laga pamungkas, Sabtu (23/5/2026), sementara Borneo FC menang telak 7-1 atas Malut United namun tetap finis sebagai runner-up.
Kegagalan Borneo FC meraih juara terasa pahit karena mereka memiliki poin yang sama dengan Persib, bahkan unggul jauh dalam selisih gol (+43 berbanding +37). Namun, regulasi BRI Super League menggunakan rekor pertemuan (head-to-head) sebagai penentu peringkat jika poin identik. Dalam dua pertemuan musim ini, Borneo FC kalah agregat 2-4 (kalah 1-3 di Bandung dan imbang 1-1 di Samarinda). Alhasil, Pesut Etam harus puas di posisi kedua.
Peralta menjadi motor serangan Borneo FC yang paling produktif di liga. Kontribusinya tidak hanya dalam mencetak gol, tetapi juga sebagai kreator peluang. Pelatih Fabio Lefundes mengandalkannya sebagai ujung tombak skema ofensif yang membuat tim mencetak 74 gol dan hanya kebobolan 31 gol sepanjang musim. Catatan tersebut menjadi yang terbaik di antara seluruh kontestan.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Peralta mengungkapkan perasaan campur aduk. "Terima kasih semuanya atas malam yang istimewa, sungguh fantastis. Tentu saja sedih karena tidak mencapai tujuan grup yang telah kami perjuangkan sepanjang musim dan yang pantas kami dapatkan," ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rekan setim dan semua pihak yang mendukung pencapaiannya.
Gelar Pemain Terbaik musim ini menjadi penegas kualitas Peralta di panggung sepak bola Indonesia. Sejak bergabung dengan Borneo FC, ia konsisten menjadi salah satu pemain asing paling berpengaruh. Dengan usia 28 tahun, ia masih memiliki potensi untuk terus berkembang dan membawa timnya bersaing di level tertinggi.
Ke depan, Borneo FC perlu mempertahankan pemain kunci seperti Peralta jika ingin merebut gelar juara. Sementara itu, Persib Bandung menunjukkan konsistensi luar biasa dengan tiga gelar beruntun, menjadikan mereka tolok ukur baru di BRI Super League. Persaingan musim depan diprediksi akan semakin ketat, terutama dengan regulasi head-to-head yang kerap menjadi penentu.



