Motif Pembunuhan Ibu di Pamulang Terungkap: Ingin Kuasai Warisan Rumah
Baca dalam 60 detik
- Seorang pria di Pamulang tega menghabisi nyawa ibu kandungnya demi menguasai rumah warisan.
- Pelaku sempat berpura-pura histeris dan meminta tolong ke Ketua RT untuk mengelabui warga.
- Polisi membongkar skenario tersebut setelah olah TKP dan interogasi intensif terhadap tersangka.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6928997/original/022984200_1779699119-IMG-20260525-WA0014.jpg)
Kepolisian Sektor Pamulang, Tangerang Selatan, mengungkap motif di balik pembunuhan seorang ibu lanjut usia (64 tahun) oleh anak kandungnya sendiri. Tersangka Irfani (36) nekat menghabisi nyawa korban dengan tujuan menguasai warisan berupa rumah yang ditempati bersama.
Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada dini hari. Setelah melakukan penganiayaan berat terhadap ibunya yang sedang tertidur hingga kritis, pelaku keluar rumah dan mendatangi temannya, Hendra, yang sedang bermain kartu bersama Fikri. Kepada keduanya, Irfani mengaku bahwa ibunya dalam kondisi kritis.
Pelaku kemudian mendatangi rumah Ketua RT setempat untuk meminta pertolongan. Dalam perjalanan, ia melewati Masjid At Tauhid yang saat itu sedang menggelar pengajian warga. Ketua RT bersama pelaku segera menuju rumah korban, namun mendapati korban sudah meninggal dunia. Sekitar pukul 03.00 WIB, Irfani meminjam ponsel Fikri untuk menghubungi keluarga dan menyampaikan kabar duka.
โKeterangan yang disampaikan pelaku tidak bersesuaian dengan fakta di lapangan, hasil olah TKP Tim Inafis, maupun keterangan para saksi. Setelah interogasi intensif, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya,โ ungkap Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra.
Polisi mengungkap bahwa niat pelaku telah diutarakan kepada temannya bernama Iwan sekitar sepekan sebelum kejadian. Meski saat itu tidak dianggap serius, Irfani diduga benar-benar melaksanakan niatnya. Sandiwara pelaku akhirnya terbongkar setelah Tim Inafis melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan menemukan kejanggalan dalam keterangan tersangka.
Kasus ini menyoroti sisi gelap konflik warisan dalam keluarga, di mana motif ekonomi dapat mendorong tindakan ekstrem. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kekerasan dalam rumah tangga, terutama yang dipicu oleh persoalan harta. Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Pamulang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.


