Razia Malam di Nabire: Satu Senjata Tajam Diamankan, Operasi Damai Cartenz 2026 Perketat Patroli
Baca dalam 60 detik
- Patroli gabungan Polres Nabire dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan satu bilah senjata tajam dalam razia kendaraan di titik rawan kriminalitas, Kamis malam (28/5).
- Operasi ini menyasar aksi begal dan pergerakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kerap memanfaatkan malam hari untuk melancarkan aksinya.
- Langkah preventif ini diharapkan menekan angka kriminalitas dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan di Papua Tengah.
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Nabire menggelar patroli dan razia kendaraan pada Kamis malam (28/5) di sejumlah titik rawan kejahatan di Kota Nabire, Papua Tengah. Operasi yang berlangsung sejak pukul 21.00 WIT itu berhasil mengamankan satu bilah senjata tajam yang ditemukan saat pemeriksaan kendaraan roda dua dan roda empat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengantisipasi aksi begal, kepemilikan senjata tajam, dan berbagai tindak kriminal yang kerap terjadi pada malam hari. Selain itu, patroli juga bertujuan mempersempit ruang gerak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga masih melakukan pergerakan di wilayah Kabupaten Nabire. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan perlindungan langsung kepada masyarakat sekaligus menekan potensi gangguan keamanan.
Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman. โKami terus mengedepankan langkah preventif melalui patroli dan razia terpadu. Selain mencegah kriminalitas, kegiatan ini membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat yang hadir untuk melayani dan melindungi,โ ujarnya. Selama operasi berlangsung, situasi di Kota Nabire terpantau aman dan kondusif, dengan respons positif dari warga setempat.
Operasi Damai Cartenz 2026 sendiri merupakan program kepolisian yang dirancang untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, khususnya di daerah rawan konflik seperti Nabire. Dengan pendekatan preventif dan penegakan hukum yang humanis, operasi ini diharapkan mampu menekan angka kriminalitas serta memutus rantai pergerakan kelompok bersenjata. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Papua Tengah, kehadiran patroli rutin seperti ini menjadi sinyal bahwa aparat keamanan hadir secara nyata untuk melindungi warga.
Meski demikian, tantangan ke depan masih besar. KKB kerap memanfaatkan medan berat dan minimnya infrastruktur untuk bergerak. Pertanyaan yang muncul adalah: apakah patroli malam semacam ini cukup untuk membendung ancaman jangka panjang? Ataukah diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk pembangunan ekonomi dan dialog sosial, untuk menciptakan perdamaian abadi di Bumi Cenderawasih?


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7443608/original/002793800_1780219358-34ece42d-8437-49cc-aba8-ccb292d0ea86.jpeg)
