Menko AHY: Transisi Energi Hijau Wajib Berjalan Tanpa Mengorbankan Generasi Mendatang
Baca dalam 60 detik
- Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono menekankan urgensi dekarbonisasi di tengah 4.000 mahasiswa di Universitas Pamulang.
- Pemerintah mendorong elektrifikasi transportasi dan energi terbarukan sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.
- AHY mengapresiasi model pendidikan inklusif UNPAM yang dinilai efektif memutus rantai kemiskinan dan ketimpangan sosial.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa percepatan dekarbonisasi di berbagai sektor merupakan keniscayaan yang tidak bisa ditawar. Dalam Seminar Nasional bertajuk Young Leadership for Sustainable Future di Universitas Pamulang (UNPAM), Senin (25/5/2026), ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus selaras dengan kelestarian lingkungan agar tidak mengorbankan hak hidup generasi penerus.
Di hadapan lebih dari 4.000 mahasiswa yang memenuhi Auditorium Darsono, AHY memaparkan peta jalan transisi energi yang meliputi elektrifikasi transportasi dan adopsi energi baru terbarukan. Menurutnya, Indonesia tidak boleh menjadi penonton di tengah krisis iklim global dan dinamika geopolitik yang mengancam ketahanan energi dan pangan. โKita harus menjadi bangsa yang unggul, bukan sekadar bertahan. Pertumbuhan ekonomi tinggi harus berjalan beriringan dengan pembangunan berkelanjutan yang menjaga lingkungan,โ ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, AHY memberikan apresiasi khusus terhadap visi inklusivitas Universitas Pamulang yang dikelola Yayasan Sasmita Jaya. UNPAM dinilai berhasil meruntuhkan sekat sosial dengan membuka akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu, kelompok marginal, hingga penyandang disabilitas. Langkah ini, menurut AHY, merupakan instrumen nyata dalam memotong rantai kemiskinan dan menekan angka ketimpangan sosial di Indonesia. โUNPAM telah menjadi contoh nyata kampus yang membuka pintu pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa. Langkah mulia ini sangat berharga dalam mengentaskan kemiskinan,โ tuturnya.
Kunjungan kerja AHY ke Tangerang Selatan ini didampingi oleh sejumlah staf khusus dan tenaga ahli kementerian, antara lain Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, serta Brigjen TNI Rio Neswan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah dalam mensinergikan kebijakan infrastruktur dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Ke depan, AHY optimistis bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda, Indonesia mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan. โKita tidak boleh hanya sekadar bertahan, kita harus menjadi bangsa pemenang,โ pungkasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7183244/original/002499300_1779979290-73e29194-e437-4c19-b7f9-036854c92468.jpg)


