Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Atlantik Tewaskan Tiga Orang, WHO Turun Tangan
Baca dalam 60 detik
- Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal akibat dugaan infeksi hantavirus, termasuk pasangan lansia asal Belanda.
- WHO dan otoritas kesehatan Afrika Selatan melakukan investigasi serta evakuasi pasien, sementara kapal masih terisolasi di perairan Cape Verde.
- Hantavirus, yang ditularkan melalui hewan pengerat, jarang menyebar antarmanusia namun tidak memiliki pengobatan spesifik sehingga deteksi dini menjadi krusial.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Kementerian Kesehatan Afrika Selatan mengonfirmasi dugaan wabah hantavirus di atas kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik. Peristiwa ini telah merenggut nyawa tiga orang, termasuk sepasang suami istri lanjut usia, serta menyebabkan sedikitnya tiga penumpang lainnya jatuh sakit. Kapal berbendera Belanda itu kini masih berada di lepas pantai Cape Verde, dan otoritas setempat belum mengizinkan siapa pun turun.
Menurut pernyataan resmi WHO, satu kasus hantavirus telah terkonfirmasi melalui uji laboratorium. Seorang pasien tengah dirawat intensif di rumah sakit Johannesburg, sementara dua kru kapal yang menunjukkan gejala serupa masih menunggu keputusan evakuasi dari otoritas Cape Verde. Otoritas setempat telah meninjau kondisi kedua kru tersebut, namun belum memberikan lampu hijau untuk pemindahan mereka ke fasilitas medis darat.
Hantavirus merupakan famili virus yang menyebar terutama melalui kontak dengan urine atau feses hewan pengerat seperti tikus. Meskipun jarang, WHO mencatat bahwa penularan antarmanusia dapat terjadi. Virus ini menyebabkan dua sindrom serius: hantavirus pulmonary syndrome yang menyerang paru-paru, dan hemorrhagic fever with renal syndrome yang merusak ginjal. Hingga saat ini, belum ada pengobatan atau vaksin spesifik, sehingga perawatan medis dini menjadi faktor penentu keselamatan pasien.
Kapal MV Hondius memulai pelayaran dari Argentina tiga minggu lalu, dengan rencana singgah di Antartika, Kepulauan Falkland, dan berakhir di Kepulauan Canary, Spanyol. Namun, setelah kasus pertama muncul, kapal terpaksa mengubah rute. Jenazah korban pertama diturunkan di Saint Helena, sementara korban kedua meninggal di rumah sakit Cape Town. Otoritas Cape Verde kini menahan kapal untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
WHO menegaskan bahwa investigasi epidemiologi dan pengurutan genetik virus masih berlangsung. "Kami mendukung penuh penanganan insiden kesehatan masyarakat ini," ujar perwakilan WHO. Di sisi lain, National Institute for Communicable Diseases Afrika Selatan melakukan pelacakan kontak di kawasan Johannesburg untuk memastikan tidak ada paparan lebih luas dari penumpang yang transit.
Kejadian ini mengingatkan kembali pada kematian Betsy Arakawa, istri aktor Gene Hackman, akibat hantavirus tahun lalu. Meskipun kasus hantavirus tergolong langka, para ahli menekankan pentingnya kewaspadaan di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar, terutama ketika terdapat populasi hewan pengerat yang tidak terkendali. Ke depan, prosedur karantina dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa.



