Bojan Hodak: Arsitek Kebangkitan Persib Bandung Menuju Era Keemasan
Baca dalam 60 detik
- Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, berhasil membawa Persib Bandung di ambang gelar ketiga beruntun di BRI Super League musim 2025/2026.
- Kunci sukses Hodak terletak pada pendekatan pragmatis dan kemampuannya membangun chemistry tim tanpa memandang status pemain bintang.
- Jika berhasil mengamankan hasil imbang di laga pamungkas, Hodak akan mencatatkan hattrick juara yang langka di sepak bola Indonesia.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5552710/original/068579800_1775821100-Gemini_Generated_Image_yhh9nryhh9nryhh9.jpg)
Bojan Hodak, pelatih asal Kroasia berusia 55 tahun, telah mengubah wajah Persib Bandung menjadi tim paling dominan di Liga Indonesia dalam tiga musim terakhir. Kini, ia hanya butuh satu poin dari laga terakhir melawan Persijap Jepara pada Sabtu (23/5/2026) untuk memastikan gelar juara BRI Super League untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Perjalanan Hodak bersama Maung Bandung dimulai pada musim 2023/2024, menggantikan Luis Milla yang mundur karena alasan personal. Saat itu, Persib tengah terpuruk di papan bawah klasemen. Hodak mengakui suasana ruang ganti sangat sepi dan tanpa gairah. Namun, melalui pendekatan personal dan pengalamannya selama 12 tahun melatih di Malaysia, ia perlahan membangkitkan kepercayaan diri pemain seperti Marc Klok dan kolega.
Filosofi Hodak yang pragmatis menjadi salah satu faktor utama. Ia lebih mengutamakan hasil akhir dibanding permainan atraktif. "Apakah penguasaan bola itu penting? Yang terpenting adalah gol, peluang, dan tembakan," ujarnya pada Mei 2024. Gaya ini terbukti efektif, meski kerap menuai kritik dari penggemar sepak bola yang mendambakan permainan indah.
Selain taktik, Hodak juga dikenal mampu menciptakan suasana kompetitif di dalam tim. Ia tidak membedakan status pemain bintang. "Saya tidak merasa mereka adalah pemain bintang karena ketika mereka sudah berada di dalam tim, mereka semua harus bekerja keras untuk tim," tegas Hodak pada September 2025. Pendekatan ini berhasil membangun solidaritas dan semangat juang yang tinggi.
"Saya tidak merasa mereka adalah pemain bintang karena ketika mereka sudah berada di dalam tim, mereka semua harus bekerja keras untuk tim." β Bojan Hodak, 9 September 2025.
Kesuksesan Hodak telah diakui dengan dua penghargaan pelatih terbaik musim 2023/2024 dan 2024/2025. Kini, ia kembali masuk dalam kandidat pelatih terbaik musim ini bersama Paul Munster (Bhayangkara FC) dan Fabio Lefundes (Borneo FC). Jika berhasil meraih hattrick juara, namanya akan semakin kokoh sebagai salah satu pelatih asing tersukses di Indonesia.
Dengan satu laga tersisa, fokus Hodak dan timnya adalah memastikan tidak ada kendala. Pertandingan melawan Persijap Jepara akan menjadi panggung penentuan sejarah. Publik sepak bola Indonesia menanti apakah Bojan Hodak mampu mengukir namanya lebih dalam di lembaran emas Persib Bandung.



