Rutinitas Harian yang Konsisten Dapat Memperlambat Penuaan Biologis, Temuan Studi Terbaru
Baca dalam 60 detik
- Studi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health mengaitkan pola aktivitas-istirahat yang kuat dengan usia biologis yang lebih muda pada partisipan lansia.
- Individu dengan ritme sirkadian yang tidak terfragmentasi menunjukkan skor penuaan epigenetik lebih rendah pada jam GrimAge dan PhenoAge.
- Temuan ini membuka potensi intervensi berbasis gaya hidup untuk memperlambat proses penuaan melalui penguatan rutinitas harian.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam JAMA Network Open mengungkapkan bahwa orang dewasa yang mempertahankan pola aktivitas dan istirahat yang konsisten cenderung mengalami penuaan biologis yang lebih lambat. Penelitian yang melibatkan 207 partisipan dengan usia rata-rata 68 tahun ini menggunakan alat aktigrafi pergelangan tangan untuk memantau siklus harian selama tujuh hari berturut-turut.
Tim peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health membandingkan data ritme aktivitas-istirahat dengan empat jam epigenetik yang mengukur usia biologis melalui penanda epigenetik. Hasilnya menunjukkan bahwa partisipan dengan ritme yang lebih kuat dan kurang terfragmentasi memiliki skor usia biologis yang lebih rendah secara signifikan pada jam GrimAge dan PhenoAge, dua alat yang dirancang untuk menangkap risiko kesehatan terkait penuaan.
Menurut Brion Maher, PhD, profesor di Departemen Kesehatan Mental Bloomberg School, temuan ini tidak mengejutkan karena GrimAge dan PhenoAge memang dikembangkan untuk memprediksi mortalitas dan penurunan fisiologis. "Ritme aktivitas-istirahat sangat terkait dengan kesehatan secara keseluruhan, sehingga hubungannya lebih jelas terlihat pada jam yang berfokus pada kesehatan daripada jam yang hanya memperkirakan usia kronologis," jelasnya.
Ritme aktivitas-istirahat merupakan cerminan dari sistem sirkadian tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun, pelepasan hormon, metabolisme, dan fungsi biologis lainnya. Seiring bertambahnya usia, ritme ini cenderung melemah dan menjadi lebih tidak teratur. Penelitian sebelumnya oleh tim yang sama bahkan mengaitkan ritme yang terfragmentasi dengan penyusutan otak pada lansia.
Chunyu Liu, penulis utama studi dan mahasiswa PhD di bawah bimbingan Maher dan Adam Spira, menekankan bahwa ritme sirkadian bukan sekadar terkait dengan penuaan, melainkan mungkin merupakan bagian dari proses penuaan itu sendiri. "Pengaturan sirkadian yang lebih kuat dapat membantu mengoordinasikan berbagai proses biologis yang terlibat dalam penuaan, yang tercermin dalam percepatan usia epigenetik yang lebih rendah," ungkapnya.
"Ritme aktivitas-istirahat mungkin merupakan jendela yang dapat diamati ke dalam regulasi sirkadian, dan regulasi sirkadian tidak hanya terkait dengan penuaan—mungkin merupakan bagian dari proses penuaan itu sendiri." – Chunyu Liu
Meskipun hasil studi ini menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa desain cross-sectional tidak memungkinkan penentuan arah kausalitas. Belum jelas apakah ritme yang terganggu menyebabkan penuaan lebih cepat, atau sebaliknya. Studi longitudinal lebih lanjut diperlukan untuk memperjelas hubungan ini. Selain itu, partisipan yang lebih sehat cenderung berpartisipasi, sehingga efek sebenarnya mungkin lebih besar pada populasi umum.
Adam Spira menjelaskan bahwa pengukuran gerakan pergelangan tangan merupakan indikator tidak langsung fungsi sirkadian. "Ritme yang terfragmentasi mewakili transisi yang lebih sering dan cepat antara istirahat dan aktivitas dalam sehari. Tidur yang terfragmentasi dapat bermanifestasi sebagai aktivitas motorik yang terfragmentasi di malam hari," katanya.
Ke depannya, para peneliti melihat potensi penggunaan perangkat wearable untuk memantau penuaan fisiologis secara real-time. Liu menambahkan, "Perangkat wearable sangat baik dalam menangkap pola istirahat dan aktivitas secara terus-menerus selama beberapa hari atau minggu. Data tersebut kemungkinan memberikan gambaran ritme harian yang lebih andal daripada informasi yang diperoleh dari kunjungan klinis singkat."
Saran praktis dari studi ini adalah menjaga rutinitas harian yang teratur: jadwal tidur dan bangun yang konsisten, paparan sinar matahari di siang hari, aktivitas fisik teratur, mengurangi waktu duduk berkepanjangan, dan menghindari pola tidur atau aktivitas yang sangat tidak teratur. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu memperkuat ritme sirkadian yang sehat dan berpotensi memperlambat penuaan biologis.



