Kemenangan Berdarah Nottingham Forest: Morgan Gibbs-White Bagikan Foto Cedera Kepala Usai Tekuk Chelsea
Baca dalam 60 detik
- Morgan Gibbs-White menderita luka robek dalam di kepala saat Forest mengalahkan Chelsea 3-1.
- Partisipasinya dalam semifinal Liga Europa melawan Aston Villa kini diragukan.
- Nottingham Forest menjauh dari zona degradasi berkat dwigol Taiwo Awoniyi.

Bintang Nottingham Forest, Morgan Gibbs-White, membagikan foto luka mengerikan di dahinya setelah mengalami benturan keras dalam kemenangan 3-1 atas Chelsea di Stamford Bridge. Cedera ini membuatnya diragukan tampil dalam laga krusial semifinal Liga Europa tengah pekan ini.
Detail Cedera dan Kondisi Pemain:
- Luka Serius: Gibbs-White mengunggah foto yang menunjukkan jahitan panjang di dahinya melalui Instagram sebagai respons atas dukungan para penggemar.
- Kronologi: Ia mengalami cedera hanya 20 menit setelah masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.
- Status Medis: Manajer Vitor Pereira menyatakan bahwa sang pemain memiliki potongan yang dalam namun tetap sadar dan mampu mengingat kejadian dengan normal.
Dampaknya Terhadap Skuad Nottingham Forest
Kemenangan atas Chelsea memberikan napas lega bagi Forest di liga, namun harus dibayar mahal dengan bertambahnya daftar pemain cedera.
| Poin Kunci | Detail Informasi |
|---|---|
| Hasil Pertandingan | Forest menang 3-1 berkat dua gol Taiwo Awoniyi dan penalti Igor Jesus. |
| Posisi Klasemen | Kini unggul enam poin dari zona degradasi dan mencatat 10 laga tak terkalahkan. |
| Korban Lain | Bek Zach Abbott juga ditarik keluar karena protokol gegar otak setelah tabrakan kepala. |
"Gibbs-White memiliki luka yang dalam tetapi dia adalah seorang petarung. Saya berharap departemen medis kami bisa melakukan keajaiban agar dia bisa pulih tepat waktu melawan Aston Villa," ujar manajer Vitor Pereira.
Pereira melakukan rotasi besar dengan delapan perubahan pada susunan starter untuk menjaga energi tim menjelang leg kedua semifinal Liga Europa melawan Aston Villa pada hari Kamis mendatang. Meski menang, hilangnya Gibbs-White menjadi satu-satunya kekecewaan bagi sang manajer di tengah performa impresif timnya.



