Inggris Resmi Larang Generasi 2009 ke Bawah Beli Rokok: Hukum Terkeras dalam Sejarah Pencegahan Tembakau
Baca dalam 60 detik
- Larangan Abadi untuk Satu Generasi: Mulai 2027, siapapun yang lahir setelah 1 Januari 2009 tidak akan pernah bisa membeli produk tembakau secara legal seumur hidup—usia pembelian akan naik satu tahun setiap tahun.
- Vape Juga Kena Batasan Ketat: Pelarangan penggunaan rokok elektrik diterapkan di taman bermain, luar sekolah, rumah sakit, dan mobil yang membawa anak-anak; kemasan dan iklan vape yang menarik anak-anak juga dilarang.
- Potensi Hemat Rp450 Triliun: Kebijakan ini diproyeksikan mencegah 115.000 kasus penyakit serius per tahun dan menghemat biaya kesehatan serta ekonomi hingga £21,9 miliar (Rp450 triliun) yang selama ini hilang akibat rokok.

Inggris secara resmi meloloskan undang-undang bersejarah yang melarang siapapun yang lahir setelah tahun 2008 untuk membeli produk tembakau selamanya. Pada Selasa (22/4), House of Lords (majelis tinggi parlemen Inggris) menyetujui RUU Tembakau dan Vape yang sebelumnya telah melewati House of Commons. Kelompok advokasi kesehatan menyambut undang-undang ini sebagai pertama kalinya dalam sejarah sebuah generasi muda tidak akan pernah diizinkan membeli rokok atau vape. Pemerintah menyatakan langkah ini menangani salah satu penyebab utama kematian, disabilitas, dan kesehatan buruk yang sebenarnya dapat dicegah di Inggris—yang saat ini bertanggung jawab atas 80.000 kematian per tahun dan satu dari empat kematian terkait kanker.
Mekanisme hukumnya unik: saat ini menjual rokok kepada siapa pun di bawah 18 tahun adalah ilegal. Mulai 2027, usia legal untuk penjualan produk tembakau akan naik satu tahun setiap tahunnya. Artinya, individu yang lahir sejak 1 Januari 2009 tidak akan pernah bisa membeli rokok secara legal seumur hidup. Pemerintah memperkirakan hingga 1,7 juta lebih sedikit orang yang akan merokok pada 2075 sebagai hasil dari RUU ini. Hukum hanya berlaku bagi penjual—pembeli, pemilik, atau pengguna tidak akan dihukum apapun usianya. Selain itu, vaping dilarang di dalam gedung publik dan komersial, taman bermain, luar sekolah, rumah sakit, serta mobil yang membawa anak-anak. Vaping masih diizinkan di area luar ruangan seperti taman pub dan di luar rumah sakit (untuk membantu mereka yang berusaha berhenti merokok).
Dari perspektif kebijakan kesehatan publik dan ekonomi, undang-undang ini merupakan intervensi paling radikal dalam satu generasi. Menteri Kesehatan Wes Streeting menyebutnya sebagai "pencegahan lebih baik daripada pengobatan" yang akan menyelamatkan nyawa, meringankan tekanan pada NHS (layanan kesehatan nasional Inggris), dan membangun Inggris yang lebih sehat. Kelompok advokasi seperti ASH menyebut kebijakan ini dapat mencegah 115.000 kasus penyakit serius (stroke, penyakit jantung, kanker paru-paru) per tahun dan menyelamatkan miliaran biaya kesehatan dan perawatan. Namun, kritik datang dari berbagai sisi. Sarah Sleet dari Asthma + Lung UK mendesak pemerintah untuk meningkatkan dukungan berhenti merokok yang saat ini sangat bervariasi antar wilayah—"lotre kode pos," sebutnya. Dr David Crane dari Smoke Free mengingatkan bahwa 6 juta orang dewasa di Inggris yang sudah merokok tidak boleh dilupakan; mereka tetap mengambil risiko setiap hari dan memberi tekanan besar pada NHS.
"Anak-anak di Inggris akan menjadi bagian dari generasi bebas rokok pertama, terlindungi dari kecanduan dan bahaya seumur hidup. Pencegahan lebih baik daripada pengobatan—reformasi ini akan menyelamatkan nyawa, meringankan tekanan pada NHS, dan membangun Inggris yang lebih sehat." — Wes Streeting, Menteri Kesehatan Inggris
Ke depan, tantangan implementasi masih besar. Industri ritel dan vape menyatakan keberatan. Dan Marchant dari Vape Club memperingatkan bahwa hanya 25% otoritas Inggris yang berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target "bebas asap rokok 2030" pemerintah. Ia menekankan perlunya edukasi berbasis fakta tentang perbedaan risiko antara vaping dan merokok—tanpa itu, ia khawatir akan terjadi tren orang kembali merokok. Lord Naseby, mantan anggota parlemen Konservatif, juga mengingatkan bahwa RUU ini "mengganggu banyak orang di industri tersebut." Namun, Menteri Kesehatan Gillian Merron meyakinkan bahwa pemerintah telah bekerja erat dengan para pengecer dan akan terus melakukannya. Bagi para profesional di sektor kesehatan, kebijakan ini adalah preseden global yang akan diamati oleh negara-negara lain. Bagi investor di industri tembakau dan vape, ini adalah sinyal bahwa era regulasi yang semakin ketat telah tiba—dan Inggris baru permulaan.



