Keir Starmer Tegaskan Komitmen Penuh Sahkan 'Hukum Hillsborough' pada Peringatan 37 Tahun Tragedi
Baca dalam 60 detik
- PM Inggris Keir Starmer menegaskan janjinya untuk mengesahkan "Hukum Hillsborough" secara penuh bertepatan dengan peringatan 37 tahun tragedi yang menewaskan 97 penggemar Liverpool.
- Undang-undang ini dirancang untuk mewajibkan seluruh pejabat publik berkata jujur secara hukum dalam setiap penyelidikan, guna mencegah kebohongan dan penutupan kasus oleh negara.
- Anggota Parlemen dan penyintas tragedi, Ian Byrne, mendesak PM agar tidak memberikan hak istimewa atau pengecualian bagi dinas keamanan; tuntutan yang direspons PM dengan jaminan bahwa aturan itu akan berlaku untuk semua pelayan publik.

Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, menegaskan kembali komitmennya untuk segera mengesahkan "Hukum Hillsborough" (Hillsborough Law) secara penuh. Janji ini disampaikannya bertepatan dengan peringatan 37 tahun tragedi mematikan yang menewaskan 97 pendukung klub sepak bola Liverpool secara tidak sah.
Fakta Kunci 'Hukum Hillsborough':
- Tujuan Utama: Menetapkan kewajiban kejujuran (duty of candour) yang mengikat secara hukum, memaksa seluruh pejabat pelayan publik untuk berkata jujur dalam setiap pemeriksaan dan penyelidikan.
- Penyebab Keterlambatan: Pengesahan yang awalnya ditargetkan tahun lalu tertunda akibat perdebatan alot mengenai bagaimana undang-undang baru ini akan memengaruhi dinas keamanan atau intelijen negara.
- Tuntutan Keadilan: Keluarga korban dan penyintas menuntut agar tidak ada pengecualian hukum bagi pihak mana pun, agar sejarah penutupan kebenaran oleh negara (cover-up) tidak terulang kembali.
Dalam sesi Pertanyaan Perdana Menteri (PMQs) di Majelis Rendah (House of Commons) pada Rabu (15/4), Starmer memberikan penghormatan mendalam kepada para korban, keluarga, dan seluruh pihak yang terdampak oleh tragedi di Stadion Hillsborough 37 tahun silam.
"Hari ini menandai 37 tahun sejak tragedi Hillsborough, ketika 97 pria, wanita, dan anak-anak pergi menonton pertandingan sepak bola dan tidak pernah kembali. Janji saya tetap, bekerja sama dengan keluarga, kami akan mewujudkan Hukum Hillsborough, untuk mengakhiri ketidakadilan yang mereka derita," ujar Sir Keir Starmer di hadapan parlemen.
Desakan Kuat dari Penyintas dan Anggota Parlemen
Dalam sesi yang sama, anggota parlemen dari Liverpool West Derby sekaligus penyintas tragedi tersebut, Ian Byrne, menantang keras sang Perdana Menteri untuk membuktikan kata-katanya dan tidak membiarkan korban kembali dikecewakan oleh negara. Berikut adalah sorotan perdebatan krusial tersebut:
| Tokoh Terlibat | Pernyataan dan Sikap dalam Parlemen |
|---|---|
| Ian Byrne (Anggota Parlemen) | Menyatakan bahwa 97 korban tewas di tangan "negara yang korup". Ia mendesak PM untuk mengambil kendali dan memastikan tidak ada celah pengecualian (carve out) bagi dinas keamanan dalam rancangan undang-undang tersebut. |
| Sir Keir Starmer (Perdana Menteri) | Berterima kasih atas perjuangan panjang Byrne dan menegaskan komitmen pribadinya agar kewajiban berkata jujur tersebut nantinya akan berlaku mengikat bagi semua pelayan publik tanpa terkecuali. |
Perjuangan panjang tanpa lelah dari keluarga korban tragedi Hillsborough kini berada di ujung jalan yang menentukan. Jika disahkan tanpa kompromi, hukum ini diyakini akan menjadi tonggak sejarah penting untuk mengakhiri budaya kebohongan institusional di Inggris.



