Laporan Yeni Şafak mengenai sikap Iran menempatkan bola panas di tangan Washington. Dengan mengaitkan dialog langsung dengan pencairan aset dan gencatan senjata di Lebanon, Teheran sedang memainkan strategi diplomasi tingkat tinggi yang menargetkan titik terlemah kebijakan luar negeri AS saat ini.
Menarik untuk dikaitkan dengan laporan AsiaNews sebelumnya mengenai kekhawatiran Indonesia dan Malaysia terhadap pasukan UNIFIL. Tuntutan Iran untuk gencatan senjata di Lebanon secara langsung bersinggungan dengan keamanan prajurit perdamaian kita di lapangan. Jika Iran berhasil memaksakan gencatan senjata sebagai syarat dialog, ini bisa menjadi jalan keluar bagi risiko keamanan yang dihadapi pasukan RI, meski melalui saluran politik yang sangat kompleks.
• Faktor Lebanon: Gencatan senjata permanen sebagai harga mati untuk stabilitas proksi regional.
• Faktor Finansial: Pencairan aset sebagai napas buatan bagi ekonomi Iran yang tercekik sanksi.
• Respon AS: Washington kini terjepit antara janji ekonomi di Eropa (Hongaria) dan kebuntuan militer di Timur Tengah.
• Pesan Utama: "Diplomasi tanpa pencairan aset adalah sia-sia; Teheran menegaskan bahwa meja perundingan tidak akan terbuka hanya dengan kata-kata."




