Manuver Ukraina mendekati Oman, Kuwait, dan Bahrain yang dilaporkan oleh AGBI menandai babak baru dalam diplomasi perang Volodymyr Zelenskyy. Di tahun 2026, Kyiv menyadari bahwa stabilitas keamanan mereka tidak bisa hanya mengandalkan satu pintu. Dengan mendekati negara-negara Teluk, Ukraina mencoba membangun "jembatan keamanan" yang menghubungkan Eropa Timur dengan pusat energi dan keuangan dunia.
Oman dan Bahrain memiliki posisi strategis dalam keamanan maritim, sementara Kuwait memiliki sejarah panjang dalam menghadapi invasi wilayah, yang memberikan dasar emosional dan strategis bagi kemitraan ini. Bagi Ukraina, dukungan dari Teluk bukan hanya soal alutsista, melainkan pengakuan politik dan akses terhadap teknologi serta pendanaan yang dapat memperkuat industri pertahanan dalam negeri mereka dalam jangka panjang.
β’ Teknologi Pertahanan: Kolaborasi dalam pengembangan drone dan sistem keamanan siber.
β’ Keamanan Maritim: Berbagi pengalaman dalam melindungi jalur perdagangan vital (Laut Hitam & Teluk).
β’ Investasi Industri: Menarik modal Teluk untuk membangun pusat manufaktur senjata di Ukraina.
β’ Pesan Utama: "Keamanan global bersifat interkoneksi; Ukraina kini mencari akar pertahanan hingga ke padang pasir Teluk."




