Lebih Buruk dari Skov Olsen: Rohl Harus Jual Pemain Gagal Rangers Ini
Baca dalam 60 detik
- Rangers sukses memuncaki klasemen liga setelah menang 4-2 atas Dundee United, namun kebobolan dua gol di kandang mengungkap kerentanan di lini pertahanan mereka.
- Andreas Skov Olsen tampil sangat buruk dan kalah dalam seluruh duel perebutan bola, membuat opsi pembelian permanennya dari Wolfsburg dinilai tidak layak diaktifkan.
- Bek John Souttar dinilai bermain lebih parah dari Skov Olsen dan menjadi titik lemah tim (0 tekel dan 0 intersepsi); manajemen disarankan segera menjualnya dan merekrut bek muda Dundee, Luke Graham.

Glasgow Rangers berhasil memuncaki klasemen sementara Scottish Premiership untuk pertama kalinya sejak 2024 usai menaklukkan Dundee United 4-2 di Ibrox pada hari Sabtu. Namun, di balik kemenangan penting ini, manajer Danny Rohl memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama mengevaluasi beberapa pemain yang tampil jauh di bawah standar tim juara.
Meski sukses mencetak empat gol melalui Ryan Naderi, Dujon Sterling, Thelo Aasgaard, dan Bojan Miovski, lini pertahanan The Light Blues menjadi sorotan tajam karena kebobolan dua gol di kandang sendiri. Andreas Skov Olsen dan bek berpengalaman John Souttar menjadi dua nama yang penampilannya paling banyak menuai kritik tajam.
Fakta Performa Buruk Pemain Rangers:
- Andreas Skov Olsen: Ditarik keluar saat jeda turun minum. Ia mencatatkan 0 umpan silang sukses, 0 tembakan ke gawang, dan kalah dalam semua (4) duel bawah yang ia jalani.
- John Souttar: Gagal menutup ruang lawan pada proses gol pertama Dundee. Ia mengakhiri laga dengan 0 tekel dan 0 intersepsi.
- Rasio Kebobolan Tim: Dalam 10 laga terakhir, Rangers kebobolan 1,66 gol per pertandingan saat Souttar menjadi starter, berbanding drastis dengan hanya 0,25 gol saat ia dicadangkan.
Skov Olsen, pemain sayap berstatus pinjaman dari Wolfsburg, memang mencatatkan satu assist untuk gol Sterling. Namun, permainannya secara keseluruhan dinilai sangat rapuh. Ia selalu kalah dalam duel penguasaan bola. Dengan catatan hanya satu gol dalam sepuluh penampilan, Rangers sangat disarankan untuk tidak mengaktifkan opsi pembelian permanennya di akhir musim.
"Rangers harus menguangkan pemain internasional Skotlandia ini (Souttar) dan mencari peningkatan untuk menggantikan mantan bintang Hearts tersebut, karena ia terus-menerus kesulitan di lini belakang." - Dan Emery, Analis Football FanCast.
Statistik Buktikan John Souttar Harus Segera Dijual
Kritik yang lebih pedas dialamatkan kepada John Souttar. Mengisi kekosongan Emmanuel Fernandez yang absen, bek berusia 29 tahun ini justru gagal total. Kesalahannya dalam menjaga jarak dari Amar Fatah berujung pada bobolnya gawang Jack Butland. Karena ia sama sekali tidak mencatatkan aksi bertahan defensif yang berarti, performanya dianggap lebih parah dibandingkan Skov Olsen yang setidaknya masih menyumbang assist.
| Status John Souttar (Dalam 10 Laga Terakhir) | Rata-rata Kebobolan Gol Rangers per Laga |
|---|---|
| Bermain sebagai Starter (6 Pertandingan) | 1,66 Gol |
| Tidak menjadi Starter (4 Pertandingan) | 0,25 Gol |
Kontrak Souttar masih berjalan hingga musim panas 2027, sehingga bursa transfer mendatang adalah waktu terbaik bagi Rangers untuk mendapatkan biaya transfer yang layak. Sebagai solusi, Rangers dilaporkan tengah membidik bek tengah Dundee berusia 22 tahun, Luke Graham. Graham memiliki catatan rata-rata tekel dan intersepsi (2,8 per laga) yang dua kali lipat lebih baik dibandingkan Souttar (1,4), menjadikannya kandidat ideal untuk memperkokoh pertahanan skuad asuhan Danny Rohl musim depan.



