Penurunan Kolesterol LDL Lebih Intensif Terbukti Pangkas Risiko Penyakit Jantung Utama
Baca dalam 60 detik
- Sebuah studi berskala besar di Korea Selatan (Ez-PAVE) menemukan bahwa menargetkan kadar kolesterol LDL di bawah 55 mg/dL memberikan manfaat besar bagi pasien penyakit kardiovaskular.
- Dibandingkan dengan target konvensional yang berada di bawah 70 mg/dL, target 55 mg/dL berhasil memangkas risiko kejadian kardiovaskular utama (seperti serangan jantung dan stroke) hingga 33%.
- Para ahli kardiologi menyambut baik temuan ini sebagai bukti kuat bahwa menurunkan kadar kolesterol LDL secara agresif sangat penting dan sepadan dengan usaha pengobatannya.

Sebuah studi terbaru yang dipresentasikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan American College of Cardiology (ACC.26) mengungkapkan bahwa penurunan kadar kolesterol LDL (kolesterol "jahat") secara lebih agresif dapat secara signifikan memangkas risiko kejadian kardiovaskular utama.
Selama ini, standar medis untuk pasien yang pernah mengalami serangan jantung, stroke, atau penyumbatan arteri menargetkan penurunan kolesterol LDL hingga di bawah 70 mg/dL. Namun, studi bertajuk Ez-PAVE yang melibatkan lebih dari 3.000 partisipan di Korea Selatan dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD) ini membuktikan bahwa target yang jauh lebih rendah, yakni di bawah 55 mg/dL, memberikan hasil kelangsungan hidup yang jauh lebih optimal.
Fakta Kunci Studi Ez-PAVE:
- Fokus Studi: Membandingkan target penurunan LDL < 55 mg/dL dengan target konvensional < 70 mg/dL.
- Subjek: Lebih dari 3.000 pasien ASCVD di Korea Selatan dengan usia rata-rata 64 tahun.
- Hasil Utama: Penurunan risiko kardiovaskular (termasuk serangan jantung non-fatal dan revaskularisasi) sebesar 33% selama masa tindak lanjut 3 tahun.
Dr. Yu-Ming Ni, seorang ahli kardiologi dari MemorialCare Heart and Vascular Institute, menjelaskan bahwa pilihan standar 70 mg/dL yang digunakan selama 20 tahun terakhir sebagian besar hanya bersifat kebetulan yang merujuk pada pedoman lama. Berdasarkan temuan terbaru ini, meskipun selisih target hanya terpaut sekitar 15 poin LDL, perbedaannya mampu mencegah kejadian serangan jantung berulang hingga sepertiganya.
"Uji coba Ez-PAVE menambah bukti praktis dan bermakna secara klinis dengan menunjukkan bahwa, pada pasien dengan ASCVD, menargetkan tingkat LDL-C kurang dari 55 mg/dL mengarah pada risiko tiga tahun kejadian kardiovaskular utama yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan target konvensional 70 mg/dL, tanpa mengorbankan keamanan." - Dr. Byeong-Keuk Kim, Penulis Utama Studi.
Perbandingan Target Kolesterol LDL pada Pasien ASCVD
| Target Penurunan LDL | Dampak pada Risiko Kardiovaskular (Tindak Lanjut 3 Tahun) |
|---|---|
| < 70 mg/dL (Standar Konvensional) | Kejadian kardiovaskular utama terjadi pada 9,7% partisipan. |
| < 55 mg/dL (Lebih Agresif) | Kejadian kardiovaskular utama hanya terjadi pada 6,6% partisipan (Terdapat penurunan risiko komposit sebesar 33%). |
Meskipun pedoman medis terbaru (seperti pedoman Dislipidemia 2026) telah mulai merekomendasikan target opsional di bawah 55 mg/dl, Dr. Robert Fishberg dari Atlantic Health mencatat bahwa masih ada kesenjangan yang nyata antara pedoman klinis dan kenyataan perawatan di lapangan. Saat ini, tercatat hanya sekitar satu dari tiga pasien ASCVD yang bahkan mampu mencapai target konvensional 70 mg/dl, sehingga diperlukan edukasi lebih lanjut bagi dokter dan pasien bahwa kadar LDL yang lebih rendah memang "benar-benar lebih baik".



