Colby Covington Desak UFC Hapus Aturan Ketat Terkait Izin Bertanding di Ajang Gulat RAF
Baca dalam 60 detik
- Colby Covington mendesak manajemen UFC untuk menghapus aturan kontrak yang membatasi petarungnya untuk berkompetisi di ajang gulat luar seperti Real American Freestyle (RAF).
- Covington merasa dirugikan karena larangan ini menghalanginya untuk menggelar pertandingan gulat melawan sesama petarung UFC, seperti Arman Tsarukyan, di tengah waktu luangnya.
- Mantan juara interim UFC tersebut berargumen bahwa kompetisi gulat memiliki risiko cedera yang jauh lebih kecil ketimbang MMA profesional dan seharusnya diizinkan sebagai kegiatan positif bagi atlet.

Mantan juara interim kelas welter UFC, Colby "Chaos" Covington, menyuarakan rasa frustrasinya terhadap manajemen Ultimate Fighting Championship (UFC). Covington secara terbuka mendesak pihak promotor pimpinan Dana White tersebut untuk segera menghapuskan aturan yang melarang atau membatasi petarung aktif mereka untuk berkompetisi di luar oktagon, khususnya di ajang gulat Real American Freestyle (RAF).
Keresahan Covington memuncak setelah ia sukses mendominasi Dillon Danis di ajang gulat RAF 07 pada akhir Maret 2026. Meski berhasil tampil gemilang di atas matras, Covington mengungkap bahwa UFC sering kali menghalangi rencananya untuk menggelar laga gulat melawan sesama petarung MMA yang masih terikat kontrak, seperti Arman Tsarukyan. Menurutnya, pelarangan ini sangat merugikan para petarung yang ingin tetap aktif dan menjaga kondisi fisik mereka di sela-sela jadwal pertarungan MMA yang kerap tertunda.
Fakta Polemik Aturan UFC & Aktivitas RAF:
- Akar Masalah: Aturan eksklusivitas kontrak UFC yang melarang atletnya melakoni olahraga tarung atau gulat di promotor luar tanpa izin khusus.
- Tuntutan Covington: Penghapusan larangan bagi petarung UFC untuk tampil di kompetisi gulat murni (freestyle/grappling) seperti RAF.
- Insiden Tertunda: Rencana laga gulat antara Colby Covington vs Arman Tsarukyan di RAF terhambat karena tidak mendapat restu dari pihak UFC.
- Aktivitas Terkini: Covington baru saja mengalahkan Dillon Danis secara dominan (Technical Fall 14-4) di ajang RAF 07.
Sebagai petarung dengan latar belakang gulat All-American Divisi I NCAA, Covington menilai bahwa turnamen seperti RAF menawarkan lingkungan kompetitif yang jauh lebih aman secara fisik dibandingkan pertarungan MMA profesional. Ia berpendapat bahwa aktivitas gulat tanpa melibatkan pukulan dan tendangan seharusnya tidak dianggap sebagai pelanggaran kontrak, melainkan wadah positif bagi atlet untuk mengasah keterampilan teknis mereka.
"UFC menahan saya untuk berkompetisi melawan Arman di RAF. Ini murni gulat, risiko cederanya sangat kecil dibandingkan bertarung di MMA. Mereka seharusnya menghapus aturan pembatasan ini dan membiarkan para petarung tetap aktif berkarya saat jadwal dari promotor sedang kosong."
Tabel Komparasi Dinamika Kompetisi (UFC vs RAF)
| Aspek | UFC (MMA Profesional) | RAF (Gulat Bebas / Grappling) |
|---|---|---|
| Aturan Kontak Fisik | Kontak penuh (Pukulan, tendangan, lutut, sikutan, kuncian) | Terbatas pada bantingan, kontrol posisi, dan kuncian gulat |
| Risiko Cedera | Sangat tinggi (risiko gegar otak dan trauma fisik berat) | Rendah hingga sedang (fokus pada ketahanan dan teknik) |
| Sikap Manajemen UFC | Sangat protektif demi menjaga nilai eksklusif tayangan promotor | Kerap dianggap sebagai ancaman pelanggaran kontrak eksklusif petarung |
Hingga saat ini, pihak UFC belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan tersebut. Namun, dengan semakin banyaknya petarung top MMA yang beralih ke panggung gulat dan grappling sebagai ajang unjuk gigi sekaligus mencari penghasilan tambahan, tekanan terhadap UFC untuk melonggarkan kebijakan monopoli mereka diprediksi akan terus meningkat tajam.



