Kekalahan Memalukan Leicester City dari QPR: Gary Rowett Soroti Enam Masalah Krusial Tim
Baca dalam 60 detik
- Leicester City menderita kekalahan kandang 1-3 dari QPR di ajang Championship, sebuah hasil yang membuat manajer Gary Rowett sangat marah dan kecewa.
- Sang manajer mengibaratkan lini pertahanan timnya seperti "Hari Natal" yang memberikan tiga gol hadiah sangat mudah bagi QPR, serta menyoroti kurangnya daya juang (mentalitas) dari para pemain.
- Kekalahan ini menjerumuskan Leicester ke peringkat dua terbawah klasemen (zona degradasi), sehingga Rowett berencana untuk segera merombak susunan pemain utama pada laga-laga penentu berikutnya demi menghindari turun kasta ke League One.

Kondisi Leicester City di ajang Championship musim ini semakin mengkhawatirkan menyusul kekalahan kandang 1-3 dari Queens Park Rangers (QPR). Melansir laporan dari Leicester Mercury pada 15 Maret 2026, manajer Gary Rowett tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah skuad The Foxes gagal mempertahankan keunggulan dan justru tumbang di tangan tim tamu yang sebelumnya menelan empat kekalahan beruntun tanpa mencetak satu gol pun.
Kekalahan di King Power Stadium ini terasa sangat menyakitkan karena Leicester sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol apik di awal laga. Namun, lini pertahanan yang rapuh membuat QPR dengan mudah membalikkan keadaan dalam kurun waktu 20 menit di sekitar pergantian babak. Usai pertandingan, Rowett secara blak-blakan mengidentifikasi sedikitnya enam masalah mendasar pada timnya, mulai dari hilangnya daya juang hingga permainan yang terlalu mudah ditebak.
Evaluasi pascalaga dari Gary Rowett menyoroti sejumlah krisis mental dan teknis yang tengah melanda skuad Leicester City:
- Tiga 'Gol Hadiah': Rowett mengibaratkan pertahanan timnya bak perayaan "Hari Natal", di mana para pemain dengan sangat mudah memberikan tiga hadiah (gol) kepada lawan akibat kesalahan-kesalahan mendasar yang tidak perlu.
- Rencana Perombakan Skuad: Merespons inkonsistensi performa para pemainnya, sang manajer mengisyaratkan akan segera melakukan perombakan susunan pemain (selection overhaul) dan hanya akan memilih pemain yang benar-benar bisa ia percaya untuk tampil konsisten.
- Ancaman Turun Kasta: Hasil minor ini menghempaskan Leicester ke posisi dua terbawah klasemen (terpaut dua poin dari zona aman). Jika tidak segera bangkit, mereka terancam terdegradasi ke League One untuk pertama kalinya sejak musim 2008-09.
Di saat para pesaing papan bawah seperti West Brom dan Blackburn berhasil mencuri kemenangan krusial akhir pekan ini, tekanan yang berada di pundak Leicester City semakin masif. Rowett menegaskan bahwa saat ini bukan waktunya bagi para pemain untuk mengasihani diri sendiri, melainkan harus segera menunjukkan mentalitas petarung yang sesungguhnya demi lolos dari jerat degradasi.
"Rasanya seperti Hari Natal di mana Anda memberikan tiga hadiah dan (lawan) bisa membuka yang mana saja sesuka hati... Saya tidak yakin mentalitas kami siap untuk bertarung lagi. Rasanya kami tidak cukup putus asa untuk maju dan menunjukkan gairah di atas lapangan." - Gary Rowett



