Banjir Tawaran Iklan, Ryana Dea Tegas Batasi Karier Hiburan Anak demi Pendidikan
Baca dalam 60 detik
- Putri dari aktris Ryana Dea, Qiandra, menerima banyak tawaran pekerjaan seperti iklan hingga baliho setelah tampil memukau di sebuah pergelaran busana.
- Menanggapi popularitas putrinya, Ryana Dea mengambil sikap tegas untuk membatasi pekerjaan sang anak di dunia hiburan agar tidak mengganggu jadwal padat sekolahnya.
- Tawaran syuting atau proyek hiburan lainnya hanya diizinkan untuk diambil saat libur sekolah, yang juga difungsikan sebagai sarana untuk mengurangi intensitas anak bermain gawai.

Penampilan memukau Qiandra Rynayra Redi, putri dari pasangan selebritas Ryana Dea dan Puadin Redi, dalam sebuah pergelaran busana (fashion show) baru-baru ini berhasil mencuri perhatian publik. Melansir laporan InsertLive pada 15 Maret 2026, aksi percaya diri sang anak di atas catwalk telah mendatangkan berbagai tawaran menggiurkan di industri hiburan, mulai dari proyek iklan hingga penampilan di papan reklame (billboard).
Kendati sang buah hati digadang-gadang menjadi idola cilik baru, Ryana Dea memiliki prinsip yang sangat tegas terkait masa depan putrinya. Aktris berusia 36 tahun tersebut menolak untuk dibutakan oleh popularitas dan secara sadar memilih untuk membatasi ruang gerak Qiandra di dunia hiburan agar fokus pendidikannya tidak terbengkalai.
Terdapat sejumlah alasan mendasar yang membuat Ryana Dea membatasi tawaran pekerjaan bagi putrinya:
- Beban Sekolah yang Padat: Ryana menilai jadwal sekolah tingkat dasar (SD) saat ini sudah cukup berat. Anaknya harus bangun sejak subuh dan baru tiba di rumah pada pukul tiga sore, sehingga kegiatan syuting tambahan dikhawatirkan akan sangat membebani kondisi fisik dan mental anak.
- Syarat Khusus Pekerjaan: Ryana tetap memberikan izin bagi Qiandra untuk mengambil proyek hiburan, namun dengan syarat mutlak bahwa pekerjaan tersebut hanya boleh dilakukan saat masa libur panjang sekolah.
- Pengalihan dari Gawai: Selain untuk menyalurkan bakat, keterlibatan Qiandra dalam proyek komersial saat liburan dimanfaatkan oleh sang ibu sebagai strategi positif untuk mengalihkan sang anak dari kecanduan bermain gawai (gadget).
Keputusan Ryana Dea ini secara tidak langsung menegaskan prinsip pengasuhannya bahwa keseimbangan antara pendidikan dan pengembangan bakat anak merupakan hal yang krusial. Selama tidak mengganggu rutinitas akademis, dukungan penuh tetap akan diberikan oleh pihak keluarga agar bakat sang putri dapat berkembang secara wajar tanpa merampas hak masa kecilnya.
"Kalau sejauh ini selama nggak menganggu sekolah, aku support. Cuma kalau untuk full dan mulai banyak syuting aku sih emang belum ya. Kayaknya masih full di sekolah dulu aja."



