Menjadi raja di kelas berat adalah satu hal, namun mempertahankan semua mahkota di tengah birokrasi tinju dunia adalah pertarungan yang berbeda bagi Oleksandr Usyk.
Berdasarkan laporan dari The Mirror per Maret 2026, Oleksandr Usyk berada di persimpangan jalan taktis. Organisasi IBF dikenal sangat ketat dalam menegakkan aturan pertahanan mandatori mereka. Masalah muncul karena kontrak Usyk untuk laga ulang melawan Tyson Fury mewajibkan kedua petarung untuk langsung bertarung kembali, yang secara teknis melanggar aturan IBF untuk menghadapi penantang wajib terlebih dahulu. Jika kesepakatan luar biasa tidak tercapai, divisi kelas berat akan kembali terpecah, mengakhiri periode singkat namun bersejarah di mana dunia memiliki satu juara tunggal.
Skenario yang Mungkin Terjadi:
- Pelepasan Sukarela: Usyk melepas sabuk IBF demi fokus pada laga rematch yang lebih bernilai komersial.
- Pengecualian IBF: Badan tinju memberikan lampu hijau luar biasa (exception) mengingat besarnya dampak laga unifikasi bagi sejarah olahraga.
- Laga untuk Sabuk Lowong: Jika dicopot, penantang peringkat teratas akan memperebutkan sabuk IBF, menciptakan juara baru sementara Usyk tetap memegang sabuk WBA, WBC, dan WBO.
Secara objektif, situasi ini menyoroti kelemahan sistem tinju dunia yang memiliki terlalu banyak badan pengatur. Di tahun 2026, di mana penggemar sangat mendambakan konsistensi juara, potensi pencopotan gelar Usyk dipandang sebagai langkah mundur bagi olahraga ini. Keputusan akhir yang akan diambil dalam beberapa minggu ke depan tidak hanya akan menentukan warisan Usyk, tetapi juga kredibilitas organisasi tinju dalam mendukung terciptanya juara sejati.




