Apakah takhta Max Verstappen mulai goyah? Rob Smedley, sosok yang dikenal karena ketajaman teknisnya, baru saja melemparkan "bom" prediksi yang membuat kubu Milton Keynes harus waspada di tahun 2026.
Berdasarkan laporan Motorsport Week per 1 Maret 2026, Rob Smedley berpendapat bahwa ketergantungan Red Bull pada Unit Daya (PU) buatan mereka sendiri bekerja sama dengan Ford adalah pertaruhan terbesar dalam sejarah tim. Smedley menekankan bahwa membangun mesin F1 dari nol untuk regulasi 2026 yang sangat mengandalkan tenaga elektrik adalah tugas yang sangat berat. Di tahun 2026, di mana efisiensi baterai dan manajemen energi menjadi kunci, Smedley melihat adanya kemungkinan Red Bull akan mengalami "masa sulit" di awal musim, memberikan celah bagi Ferrari (dengan Lewis Hamilton) atau Mercedes untuk mencuri keunggulan.
Tiga Poin Kunci Prediksi Smedley:
- Kurva Pembelajaran Ford: Meskipun Ford adalah raksasa otomotif, integrasi teknologi hibrida tingkat F1 membutuhkan waktu yang seringkali tidak dimiliki oleh tim juara bertahan.
- Tekanan pada Verstappen: Max mungkin harus mengandalkan kejeniusan mengemudinya untuk menutupi kekurangan performa mesin di lintasan lurus pada awal musim 2026.
- Kebangkitan Rival: Smedley yakin bahwa pabrikan tradisional seperti Ferrari dan Mercedes memiliki "DNA mesin" yang lebih matang untuk menghadapi transisi regulasi ini.
Secara objektif, pandangan Smedley mencerminkan kekhawatiran yang mulai beredar di *paddock* selama tes pramusim. Meskipun Red Bull tetap menjadi favorit karena kejeniusan aerodinamika Adrian Newey (atau warisan desainnya), variabel mesin Ford tetap menjadi tanda tanya besar. Jika prediksi Smedley akurat, musim 2026 tidak akan lagi menjadi prosesi kemenangan tunggal bagi Verstappen, melainkan pertempuran habis-habisan yang akan ditentukan oleh reliabilitas Unit Daya di bawah kap mesin RB22.




