Ambisi Gelar Ganda Charles Oliveira: Potensi Re-Entry ke Divisi Featherweight di Musim 2026
Baca dalam 60 detik
- Eksplorasi Multidivisi: Mantan penguasa kelas ringan (lightweight), Charles Oliveira, secara terbuka mempertimbangkan transisi kembali ke kelas bulu (featherweight) demi mengejar status juara dua divisi, meski sempat terkendala masalah berat badan di masa lalu.
- Legacy vs Realita Fisik: Walaupun berat alaminya mencapai 185 pon di luar masa kompetisi, petarung asal Brasil ini meyakini persiapan selama empat bulan cukup untuk memangkas berat badan ke limit 145 pon untuk laga perebutan takhta.
- Fokus Jangka Pendek: Sebelum mengeksekusi rencana ambisius tersebut, "Do Bronx" wajib mengamankan sabuk BMF dalam duel melawan Max Holloway di UFC 326 sebagai batu pijakan menuju penantang gelar utama.

Bintang MMA asal Brasil, Charles Oliveira, secara mengejutkan membuka peluang untuk kembali berkompetisi di divisi featherweight (145 pon) guna mengejar gelar juara UFC kedua dalam karirnya. Dalam sesi tanya jawab di Brasil baru-baru ini, Oliveira mengungkapkan visinya untuk tahun 2026 yang melibatkan skenario "triple threat": memenangkan sabuk BMF, merebut kembali gelar lightweight, dan kemudian turun kelas untuk mendominasi divisi bulu. Tantangan ini muncul menjelang laga krusialnya melawan Max Holloway di UFC 326 yang akan digelar pada 7 Maret mendatang di Las Vegas.
Transisi berat badan merupakan faktor krusial bagi keberlanjutan karier Oliveira di level elit.
| Parameter | Kondisi Saat Ini |
|---|---|
| Divisi Aktif | Lightweight (155 lbs) |
| Berat Off-Season | ~185 lbs (84 kg) |
| Target Penurunan | 40 lbs (untuk mencapai 145 lbs) |
| Durasi Kamp Ideal | 3 - 4 Bulan |
Secara teknis, rencana Oliveira untuk turun ke kelas bulu membawa risiko medis dan performa yang signifikan. Sejarah mencatat bahwa Oliveira dipaksa naik ke kelas ringan setelah beberapa kali gagal memenuhi limit berat badan di kelas bulu pada awal kariernya. Namun, kesuksesannya di kelas 155 pon—di mana ia menjadi salah satu juara paling dominan—membuktikan bahwa metabolisme dan manajemen nutrisinya telah berkembang. Secara industri, kembalinya Oliveira ke kelas bulu untuk melawan nama-nama besar seperti Ilia Topuria atau Conor McGregor (jika turun kelas) akan menjadi komoditas pay-per-view (PPV) yang sangat bernilai bagi UFC.
Tren atlet elit yang berpindah divisi untuk mengamankan dua sabuk (double-champ) kini menjadi strategi standar untuk memperkuat "legacy" di dunia olahraga tempur. Oliveira mengakui bahwa naik ke kelas welter (170 pon) secara fisik jauh lebih mudah bagi tubuhnya, namun daya tarik historis untuk kembali menguasai divisi asalnya jauh lebih kuat. Jika ia mampu melewati hadangan Max Holloway di UFC 326, manajemen Oliveira kemungkinan besar akan mulai bernegosiasi dengan pimpinan UFC mengenai protokol pemotongan berat badan yang aman untuk laga perebutan gelar di masa depan.
"Saya pikir saya masih bisa mencapai 145 pon jika itu untuk perebutan gelar. Mungkin ini terdengar gila, tapi memenangkan sabuk BMF, lalu gelar lightweight, dan mengakhirinya di kelas bulu adalah mimpi yang ingin saya wujudkan." — Charles Oliveira.
Menatap ke depan, keberhasilan ambisi ini sepenuhnya bergantung pada hasil duel di Las Vegas Maret mendatang. Pandangan objektif menunjukkan bahwa pada usia 36 tahun, jendela biologis Oliveira untuk melakukan pemotongan berat badan ekstrem semakin menyempit. Namun, dengan kemajuan ilmu olahraga saat ini, skenario ini bukan tidak mungkin terjadi. Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun penentuan apakah Oliveira akan mengakhiri kariernya sebagai petarung lightweight elit atau sebagai salah satu dari sedikit legenda yang mampu menaklukkan dua puncak divisi berbeda di UFC.



