Alex "Poatan" Pereira kembali mengejutkan dunia beladiri campuran. Pada akhir Februari 2026, petarung asal Brasil ini secara resmi melepas takhtanya di kelas 205 pon, mengakhiri dominasi singkat namun mematikan yang diwarnai dengan kemenangan KO beruntun.
Keputusan Pereira untuk mengosongkan gelar adalah langkah strategis yang sangat langka. Berbeda dengan petarung lain yang mencoba menjadi "Champ-Champ" dengan menahan dua sabuk sekaligus, Pereira memilih jalur ksatria dengan melepas sabuk Light Heavyweight agar divisi tersebut tetap berjalan. Fokusnya kini hanya satu: emas di divisi Heavyweight. Jika berhasil, ia akan mengukir tinta emas yang bahkan tidak bisa dicapai oleh legenda seperti Jon Jones atau Conor McGregor—menjadi juara di tiga divisi berat yang berbeda. Dana White mengonfirmasi berita ini melalui sesi langsung di media sosial, menegaskan bahwa Pereira siap menantang para raksasa di kelas terberat UFC.
Lansekap Divisi Pasca-Pereira (UFC 327):
- Jiří Procházka: Sang mantan juara memiliki kesempatan untuk kembali ke singgasana. Setelah kekalahan di masa lalu dari Pereira, Procházka kini menjadi favorit untuk merebut kembali sabuk yang pernah ia miliki.
- Carlos Ulberg: Bintang baru dari City Kickboxing New Zealand ini mendapatkan kesempatan emas. Ulberg dianggap sebagai salah satu striker paling teknis yang siap menggantikan dominasi gaya berdiri yang ditinggalkan Pereira.
- Target Heavyweight: Rumor kuat beredar bahwa Pereira mengincar pemenang antara Tom Aspinall atau bahkan kemungkinan laga super melawan Jon Jones jika sang legenda memutuskan kembali dari masa pensiunnya.
Secara objektif, keputusan ini menghidupkan kembali divisi Light Heavyweight yang sempat terasa macet di bawah bayang-bayang kekuatan "Poatan". Bagi UFC, ini adalah skenario pemasaran impian: sebuah turnamen perebutan gelar baru di Miami dan peluncuran kampanye "Triple Crown" untuk bintang terbesar mereka. Di tahun 2026, kita mungkin akan menyaksikan lahirnya standar baru keagungan dalam olahraga MMA melalui tangan dingin seorang Alex Pereira.




