Coby White tidak butuh waktu lama untuk menunjukkan mengapa Charlotte Hornets begitu menginginkannya kembali ke tanah kelahirannya, North Carolina.
Meskipun harus menunggu beberapa minggu karena cedera betis kiri yang terdeteksi saat tes medis pasca-pertukaran, debut White pada 24 Februari kemarin terasa sangat puitis. Melawan tim yang mendraftingnya pada 2019, White tampil tenang dan efisien. Di bawah arahan pelatih Charles Lee, White diposisikan sebagai jenderal lapangan kedua yang memastikan intensitas serangan Hornets tidak menurun saat LaMelo Ball duduk di bangku cadangan.
Mengapa Coby White Sangat Berharga bagi Hornets?
- Produktivitas Cadangan: Hornets seringkali "tenggelam" dalam menit-menit tanpa LaMelo. White memberikan stabilitas assist-to-turnover yang jauh lebih baik dibanding Collin Sexton yang dikirim ke Chicago.
- Ancaman Jarak Jauh: Dengan rata-rata karier di atas 36% dari garis tiga angka, ia memberikan ruang tembak (spacing) yang krusial bagi pemain muda seperti Brandon Miller.
- Fleksibilitas Posisi: Kemampuannya bermain sebagai point guard murni maupun shooting guard memberikan opsi rotasi yang lebih kaya bagi strategi ofensif Hornets.
Kemenangan telak atas Bulls ini membawa Hornets semakin kokoh di peringkat ke-10 Wilayah Timur, mengamankan posisi untuk turnamen play-in. Bagi manajemen Charlotte, mendapatkan White—yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa tingkat SMA di North Carolina—bukan sekadar soal strategi basket, melainkan juga soal membawa pulang pahlawan lokal untuk membangkitkan gairah fans di Spectrum Center.




